- Departemen Kehakiman AS mendakwa SPLC menyalurkan dana jutaan dolar kepada pemimpin kelompok ekstremis selama satu dekade terakhir.
- Dana tersebut diberikan secara rahasia kepada anggota neo-Nazi dan supremasi kulit putih tanpa sepengetahuan para donatur organisasi.
- Pihak SPLC membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pembayaran bertujuan mengumpulkan intelijen mengenai kelompok yang dianggap berbahaya.
Suara.com - Organisasi hak sipil ternama Amerika Serikat, Southern Poverty Law Center (SPLC) dituduh menyalurkan dana jutaan dolar kepada pemimpin kelompok kebencian dari Ku Klux Klan hingga Neo Nazi.
Tuduhan ini diungkap oleh Departemen Kehakiman AS dalam dakwaan yang mencakup penipuan hingga pencucian uang.
Menurut jaksa, SPLC diduga menggelontorkan lebih dari 3 juta dolar AS selama hampir satu dekade kepada sejumlah informan lapangan yang menyusup ke kelompok ekstremis.
Namun, praktik tersebut disebut tidak pernah diungkap kepada para donatur.
Dari hasil penyelidikan, dana tersebut diberikan secara rahasia kepada sedikitnya delapan individu yang memiliki posisi penting dalam kelompok supremasi kulit putih dan neo-Nazi.
Beberapa di antaranya bahkan diduga tetap aktif menyebarkan ujaran kebencian saat menerima bayaran.
“Ini seperti membayar pembakar untuk membantu memadamkan api,” ujar Gene Hamilton, seorang pengacara dari kelompok hukum konservatif seperti dilansir dari NY Post.
Salah satu kasus yang mencuat adalah pembayaran hingga 1 juta dolar kepada anggota kelompok neo-Nazi yang disebut membantu mencuri dokumen internal organisasi ekstremis.
Dokumen itu kemudian digunakan untuk laporan investigatif SPLC.
Baca Juga: Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal
Selain itu, seorang informan lain yang terlibat dalam koordinasi aksi supremasi kulit putih di Charlottesville 2017 juga diduga menerima ratusan ribu dolar.
Ia disebut tetap memposting komentar rasis atas arahan pihak tertentu.
Di sisi lain, CEO SPLC Bryan Fair membantah tudingan tersebut dan menyebut organisasinya menjadi target politisasi.
Fair menegaskan pembayaran dilakukan untuk memperoleh intelijen terhadap kelompok yang dianggap berbahaya.
“Ini adalah upaya untuk mengumpulkan informasi kredibel tentang kelompok yang sangat ekstrem,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Berita Terkait
-
Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal
-
Detik-detik Pasukan Iran Sita Dua Kapal Kargo di Selat Hormuz, Gedung Putih Sebut Perompak
-
Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?
-
Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban
-
Daftar Korporasi Raksasa Panen Cuan dari Perang AS vs Iran: Ada Perusahaan Yahudi
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
Tragedi di Kos Benhil: Dua PRT Lompat dari Lantai 4, Polisi Dalami Motifnya
-
LPG 12 Kg Rp248 Ribu, Agen di Jaksel Banjir Keluhan Ibu-ibu: Kok Naik Harganya?
-
Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik
-
Siapa Karoline Leavitt? Jubir Gedung Putih, Pembela Donald Trump Paling Vokal
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Sistem Mitigasi Dinilai Pincang, DPRD DKI Minta MRT Jakarta Perkuat Pasokan Listrik
-
Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mendagri Dorong Optimalisasi APBD dan Kendalikan Inflasi
-
Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?
-
FBI dan Polri Bongkar Jaringan Phishing Global W3LL, Incar Transaksi Rp350 Miliar