- Pasukan Golani Israel menemukan buku Mein Kampf terjemahan bahasa Arab di bangunan wilayah selatan Lebanon pada Jumat lalu.
- Buku ditemukan di lokasi pertempuran yang menyebabkan seorang prajurit Israel gugur serta lima orang lainnya mengalami luka-luka.
- Militer Israel mengonfirmasi telah menghancurkan bangunan tempat ditemukannya manifesto politik Adolf Hitler tersebut saat operasi pembersihan berlangsung.
Suara.com - Pasukan militer Israel dari unit Golani Brigade menemukan buku kontroversial karya pemimpin Nazi, Adolf Hitler, Mein Kampf dalam terjemahan bahasa Arab di sebuah bangunan di selatan Lebanon.
Penemuan buku Mein Kampf itu diklaim militer Israel di titik pertempuran di mana seorang prajurit Israel gugur.
Menurut laporan Channel 14, Jumat (10/4), buku tersebut ditemukan tak jauh dari lokasi tewasnya Sersan Mayor Tuval Yosef Lipshitz.
Dalam insiden yang sama, lima prajurit lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke rumah sakit.
Militer Israel menyatakan bangunan tempat ditemukannya buku itu telah dihancurkan.
“Buku ini ditemukan di lokasi pertempuran aktif, dekat area tempat tewasnya prajurit kami," demikian pernyataan pihak militer Israel.
Penemuan tersebut disebut menjadi bagian dari operasi pembersihan di wilayah konflik.
Buku Mein Kampf merupakan karya autobiografi sekaligus manifesto politik yang ditulis oleh Adolf Hitler, pemimpin Partai Nazi Jerman.
Dalam buku ini, Hitler memaparkan pandangan ideologinya, termasuk rencana politik untuk Jerman dan dunia.
Baca Juga: Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
Hitler mulai menulis buku tersebut saat dipenjara di Penjara Landsberg setelah gagal melakukan kudeta di Munich pada 1923.
Volume pertama diterbitkan pada 1925, disusul jilid kedua pada 1926.
Proses penulisan dibantu oleh Rudolf Hess dan Emil Maurice, yang berperan dalam pengetikan dan penyuntingan awal naskah.
Awalnya, penjualan buku tersebut tidak terlalu sukses.
Namun, setelah Hitler berkuasa pada 1933, Mein Kampf berubah menjadi buku terlaris di Jerman dan menjadi alat propaganda utama rezim Nazi.
Isi buku ini memuat ideologi rasial ekstrem, termasuk pandangan antisemit yang kemudian menjadi dasar kebijakan diskriminatif hingga genosida terhadap kaum Yahudi.
Berita Terkait
-
Militer Israel Kian Brutal di Lebanon, Panglima IDF Cuekin Sinyal Damai Netanyahu
-
Aksi Jumat untuk Palestina di depan Kedubes AS
-
Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Israel dan Lebanon Siap Negosiasi di Washington, Upaya Gencatan Senjata Menguat
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas
-
Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik
-
Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri
-
Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama
-
Jerit Keadilan Keluarga M Berlian di DPR: Vonis Seumur Hidup Cuma Modal Lie Detector!
-
Kronologi Lengkap Oknum Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset Demi 'Travel Grant'
-
Penjajahan Gaya Baru? PSN Papua Berpotensi Singkirkan Warga Lokal
-
Pramono Wukuf di Arafah, Wagub Rano Karno Pimpin Jakarta Rayakan Idul Adha
-
Final dan Mengikat, Dasco Pastikan Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen Masuk Revisi UU Pemilu
-
Mendagri Serahkan Hewan Kurban Kemendagri dan BNPP, Bentuk Kepedulian Sosial Kepada Masyarakat