Suara.com - Sebuah film terbaru yang mengangkat kisah hidup Nabi Muhammad besutan sutradara Iran dirilis pada hari Kamis (27/8/2015). Namun, sejumlah akademisi Arab mendesak pemerintah Iran untuk melarang peredaran film tersebut.
"Mohammad, Messenger of God", demikian judul film besutan sutradara nominator Oscar, Majid Majidi tersebut. Dengan biaya pembuatan mencapai 40 juta Dolar, konon film ini adalah film termahal sepanjang sejarah perfilman Iran.
"Saya memutuskan untuk membuat film ini untuk melawan gelombang Islamophobia di negara-negara Barat. Interpretasi negara Barat tentang Islam adalah melulu tentang kekerasan dan terorisme," kata Majidi seperti dikutip oleh majalah Iran, Hezbollah Line.
Film berdurasi 171 menit yang merupakan bagian pertama dari trilogi yang rencananya akan dibuat, mengisahkan masa kecil Nabi Muhammad. Sesuai dengan aturan dalam Islam, wajah Nabi tidak akan ditampilkan dalam layar. Pemeran Muhammad kecil hanya akan disorot dari belakang, atau hanya bayangannya saja.
Sebuah kamera steadicam dirancang khusus untuk menggambarkan sudut pandang Nabi oleh pakar sinematografi pemenang Oscar asal Italia, Vittorio Storaro. Identitas bocah yang memerankan Muhammad juga tidak diungkap kepada publik.
Akademisi di Univesitas Al-Azhar, Mesir, tidak puas dengan cara pengemasan film tersebut. Mereka meminta agar Iran melarang peredaran film itu.
"Masalah ini sebenarnya sudah jelas. Syariah Islam melarang penggambaran sosok Nabi," kata Profesor Abdel Fattah Alawari, dekan Fakultas Teologi Islam di Universitas Al-Azhar.
"Dalam Islam tidak diperbolehkan bahwa seseorang (aktor) punya peran berbeda dan bertentangan, lalu kemudian dia memerankan Nabi... Ini tidak diperbolehkan," lanjut Abdel.
Namun, seorang musisi ternama yang juga mengisi musik latar film tersebut, Sami Yusuf, menilai bahwa protes Al-Azhar bermuatan politis.
"Sebagian besar reaksi ini adalah politis. Saya yakin orang-orang di Al-Azhar dan orang lain yang mengkritisi, belum melihat film ini. Mereka menentang film ini hanya karena ini merupakan ekspor budaya dari Iran," kata Yusuf.
Sebagian besar syuting film Mohammad, Messenger of God, dilakukan di Iran. Tim produksi pun sampai membangun replika Kota Mekkah sebagai salah satu setting film tersebut.
Film ini ditayangkan secara serentak di 143 bioskop di Iran, juga di Festival Film Montreal. Film ini bahkan menjadi film paling populer di salah satu bioskop di Teheran. (Reuters)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Taylor Swift Usir Bintang "Lord of The Rings"
Koki Ini Memang Cantik, Tapi Kue Buatannya Bikin Bergidik
Tag
Berita Terkait
-
Isra Miraj 2026 Berapa Hijriah? Ini Tanggal dan Makna Peringatannya
-
10 Puisi Isra Miraj Penuh Makna, Refleksi Perjalanan Suci Nabi Muhammad SAW
-
Sejarah dan Makna Isra Mi'raj: Perjalanan Luar Biasa Nabi Muhammad SAW Terima Perintah Salat 5 Waktu
-
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
-
Mengunjungi Thaif: Napak Tilas Spiritualitas Rasulullah di Kota di Atas Awan
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Antisipasi Puncak Cuaca Ekstrem, BPBD Tebar 2,4 Ton Bahan Semai di Hari Keenam OMC
-
Wacana Polri di Bawah Kementerian Mengemuka, Yusril Tegaskan Masih Tahap Opsi Reformasi
-
Ratusan Warga Serang Masih Mengungsi, Banjir Dominasi Bencana Hidrometeorologi
-
Drama Sidang Korupsi: Hakim Ad Hoc Walkout Tuntut Gaji, Kini Diperiksa KY
-
Antisipasi Jalan Rusak akibat Banjir, Dinas Bina Marga DKI Lirik Aspal 'Sakti' yang Bisa Serap Air
-
Pascabencana Bireuen, Mendagri Tito Tinjau Infrastruktur Jembatan
-
Keterlibatan TNI-Polri Jadi Petugas Haji 2026 Melonjak Drastis, Menhaj: Naik Hampir 100 Persen Lebih
-
Konflik Agraria Belum Usai, Legislator Gerindra Minta Pemerintah Buang Ego Sektoral demi Keadilan
-
Tunjangan Panitera Cuma Rp400 Ribu, DPR Peringatkan Bahaya: Kualitas Pengadilan Taruhannya!
-
MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial