- KPK melelang barang rampasan korupsi di mana dua ponsel Oppo laku Rp59,7 juta (11/3/2026).
- Harga jual kedua ponsel tersebut jauh melampaui harga limit yang ditetapkan hanya Rp73 ribu.
- Pemenang lelang belum melunasi pembelian, dengan batas akhir pelunasan diperpanjang hingga 25 Maret 2026.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang sejumlah barang rampasan hasil korupsi. Namun, terdapat anomali dalam lelang kali ini.
Salah satunya ialah lelang dua unit ponsel bermerek Oppo yang laku dengan harga puluhan juta rupiah. Padahal, ponsel berwarna hitam dan merah itu dibanderol hanya dengan harga limit Rp73 ribu.
Dalam lelang pada Rabu (11/3/2026), kedua ponsel tersebut laku dengan harga Rp59,7 juta.
"Yang bikin orang tertarik untuk membeli HP Oppo tersebut adalah tentu saja karena harganya. Karena cukup murah untuk ukuran 2 buah HP," kata Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikto, kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
"Memang ada anomali terkait dengan tingginya nilai pemenang lelang," tambah dia.
Mungki mengatakan pemenang lelang dua HP dengan nilai Rp59 juta itu belum melunasinya. Menurut dia, batas pelunasan adalah lima hari kerja setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang, yakni pada 18 Maret 2026.
Karena sudah masuk masa hari libur nasional, Mungki menyebut waktu pelunasan diperpanjang menjadi 25 Maret 2026.
"Kami masih menunggu sampai dengan batas terakhir pelunasan biaya lelang. Kami tetap berharap pemenang lelang berkomitmen untuk melunasi biaya lelangnya," ujar Mungki.
"Karena kalau tidak dilunasi maka pemenang lelang dianggap wanprestasi. Akibatnya uang jaminan yang sudah disetorkan menjadi hangus dan akan disetorkan ke kas negara. Kemudian kami akan melelang barang tersebut pada kesempatan lelang berikutnya," tandas dia.
Baca Juga: Anomali Lelang KPK, Mengapa Dua HP OPPO Harga Rp73 Ribu Bisa Terjual Rp59 Juta?
Berita Terkait
-
Anomali Lelang KPK, Mengapa Dua HP OPPO Harga Rp73 Ribu Bisa Terjual Rp59 Juta?
-
Oppo Watch X3 Segera Debut, Usung Bodi Titanium Premium
-
Siap Meluncur! OPPO K14 5G Jadi Jagoan Baru dengan Baterai Badak 7000 mAh
-
Fitur Kamera Oppo Find X9 Ultra Terungkap: Pakai Sensor Sony 200 MP dan Zoom Optik 10X
-
Spesifikasi Oppo Find X9s Pro Bocor: Dimensity 9500, Kamera 200MP Ganda, Baterai 7.000mAh
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN
-
Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG
-
Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG
-
BGN Akui Motor Listrik Masih Menumpuk, Semua Aset Era Dadan Hindayana Akan Dimaksimalkan
-
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah lewat APBD
-
Prabowo Terima Utusan Qatar, Kerja Sama Investasi dan Pembangunan Jadi Fokus Pembahasan
-
Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya