Suara.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) terus mendalami kasus dugaan suap terhadap hakim dan panitera PTUN Medan yang melibatkan sejumlah pihak. Termasuk pengacara kondang, Otto Cornelis Kaligis.
Rabu (2/9/2015) hari ini KPK akan memeriksa Kaligis. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pasangan suami istri, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti.
"Pak O.C. Kaligis diperiksa sebagai saksi untuk tersangka GPN dan ES," kata Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Adriaty saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2015).
Selain itu, KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap anak buah Kaligis, Rico Pandaerot. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Tripeni Irianto Putro yang merupakan Ketua PTUN Medan. Dia juga Ketua Hakim dalam menangani kasus yang diajukan Kabiro Keuangan Pemprov Sumatera Utara, Ahmad Fuad Lubis di PTUN Medan.
"Kalau Rico diperiksa sebagai saksi juga, namun untuk tersangka TIP," lanjut Yuyuk.
Untuk diketahui, kasus yang berawal dari penyalahgunaan dana bantuan sosial dan Bantuan daerah bawahan serta juga dana bantuan operasioanl sekolah ini sudah menjerat 8 tersangka. Awalnya KPK menangkap 3 hakim, satu panitera dan juga satu pengacara yang adalah anak buah Kaligis, M Yagary Bhastara Guntur alias Gerry. Mereka ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada 9 Juli 2015.
Berdasarkan pengembangan dari proses penyidikan terhadap kelima tersangka awal tersebut, KPK pun menetapkan Kaligis, Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya Evy Susanti sebagai tersangka.
Kaligis sudah disidangkan di Pengadilan Tindak pidana Korupsi. Dia didakwa menyuap hakim dan panitera secara bersama-sama dengan pihak lainnya, dengan memberikan uang sejumlah US$ 22ribu dan SGD 5 ribu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan