Suara.com - Truk fuso pengangkut hewan kurban bernomor polisi AG 8091 UA jatuh dari Jembatan Slondo Desa Mbakalan, Wonogiri, Jawa Tengah. Akibat kejadian itu lima orang penumpang, termasuk sopir mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Informasi yang berhasil dihimpun Suara.com di lokasi kejadian, truk nahas tersebut melaju dari arah Poncol, Plaosan, Magetan, Jawa Timur menuju Jakarta.
Ketika sampai di Jembatan Slondo Mbakalan, truk pengangkut sapi itu tidak kuat di tanjakan dan akhirnya terjun bebas ke sungai. Setelah jatuh sejumlah sapi berhamburan dua diantaranya mengalami patah kaki.
"Ada lima orang penumpang termasuk sopir dan kernet yang ada di dalam truk. Sementara sapinya ada 17 ekor mau dibawa ke Jakarta," kata salah saorang warga yang ikut mengevakuasi korban dan sapi, Agus (30) di lokasi kejadian, Sabtu (5/9/2015).
Warga Mbakalan ini menduga sopir pengangkut hewan kurban itu tidak menguasai medan. Seharusnya sebelum naik tanjakan gigi persneling truk dikurangi.
"Jalannya itu memang sangat menanjak. Sehingga perlu persiapan untuk naik tanjakan itu. Apalagi mengangkut muatan berat," tambah dia.
Pemilik sapi, Supriyanto mengatakan, 17 ekor sapi itu rencananya akan dijual ke Jakarta untuk kurban. Satu ekor sapi dijual dengan harga Rp20 juta per ekor. Namun, karena kecelakaan akhirnya kembali dibawa pulang ke Poncol, Magetan.
"Semuanya akan kita bawa kembali ke Pocol. Ada dua ekor sapi mengalami patah kaki akibat benturan pada saat terjatuh ke sungai," katanya.
Semenara itu, Kepala dusun (Kadus) Kepyar, Purwantoro, Sukayat menambahkan, terjatuhnya truk di Jembatan Slondo Mbakalan itu bukan yang pertama kalinya. Pasalnya, pada Tahun 2008-2009 juga pernah terjadi kecelakaan truk pengangkut enam ton jagung. Persisnya di sebelah barat jembatan.
"Rencananya mau dijual ke Jakarta sapi-sapi itu. Dari arah Poncolkan seharuanya lewat Pelem Bulukerto. Karena jalannya ditutup lewat jalan sini (jembatan slondo). Tidak kuat tanjakan kemudian terjun ke sungai," kata dia. (Labib Zamani)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan