Suara.com - Ilmuwan Jepang dilaporkan sedang merancang sebuah sistem canggih yang membuat pesawat hampir tak bisa jatuh. Sistem tersebut tengah digenjot untuk mencegah terjadinya kembali kecelakaan pesawat tragis.
Berdasarkan permintaan dari sebuah maskapai, profesor aeronautika di Fakultas Teknik Universitas Tokyo, Shinji Suzuki, menganalisa perbedaan antara teknik mengendalikan pesawat yang dipakai pilot berpengalaman dan pilot pemula.
Saat ini, Suzuki tengah mencari cara untuk memanfaatkan temuan tersebut guna menciptakan sebuah sistem kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan itu diklaim mampu mengendalikan sebuah pesawat dalam kondisi terparah sekalipun.
Berdasarkan temuan Suzuki, pilot-pilot veteran tidak hanya bergantung pada instrumen-instrumen penerbangan yang ada untuk memantau ketinggian, kecepatan, atau faktor lainnya. Namun, para pilot berpengalaman itu juga pandai mengalisis keadaan hanya dengan melihat keluar jendela kokpit. Menurut Suzuki, dengan kemampuan seperti itu, pilot berpengalaman lebih piawai mengatasi keadaan darurat.
Lalu, bagaimana cara kerja kecerdasan buatan itu jika nantinya sudah berhasil diciptakan? Katakanlah sebagian pesawat patah saat pesawat sedang terbang. Pilot akan berupaya mempertahankan pesawat tetap terbang dengan cara mengatur posisi, kekuatan mesin, dan faktor lainnya.
Suzuki akan menciptakan sistem komputer yang dapat menganalisis variabel-variabel tersebut dengan cepat dan merumuskan solusi optimal untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Pada tahun 1941, Letnan Penerbang Pertama Yasushi Nikaido menguji coba sebuah pesawat tempur Zero milik Jepang. Saat terbang, aileron - panel yang menggantung pada tepian sayap - pesawat Yasushi terlepas. Namun, dengan keahliannya, Yasushi berhasil mendaratkan pesawat tersebut dengan selamat.
Yasushi menjadi salah satu legenda dalam sejarah dunia penerbangan Jepang. Dengan teknologi kecerdasan buatan, Profesor Suzuki berharap bisa memberikan semua pilot kemampuan untuk melakukan aksi heroik seperti Yasushi.
Untuk mewujudkan rencananya, Suzuki menjalin kemitraan dengan Fuji Heavy Industries dan JAXA (Japan Aerospace Exploration agency).
"Risiko kecelakaan udara kian meningkat menyusul pesatnya perkembangan drone dan faktor-faktor lainnya," kata Suzuki.
"Saya pikir, akan banyak permintaan terhadap pesawat "yang tidak bisa jatuh"," tambah Suzuki. (Nikkei)
Berita Terkait
-
Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan
-
Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh
-
Tak Sekadar Chatbot, Investor Ritel Bisa Manfaatkan AI untuk Analisis Saham
-
Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya
-
Dunia Kerja Berubah karena AI, Bagaimana Orang Tua Bisa Menyiapkan Anak Sejak Sekarang?
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru
-
Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket
-
Cemburu Lihat Tanda Merah di Leher, Suami Habisi Nyawa Istri Saat Main HP