Suara.com - Hari ini, 64 warga Taiwan yang ditangkap polisi dalam kasus cyber online dipulangkan ke negara asal.
Mereka merupakan bagian dari 95 warga negara asing yang ditangkap pada Agustus 2015 di Ancol dan Lebak Bulus.
"64 orang ini yang kami pulangkan karena mempunyai paspor," kata Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti.
Dari jumlah tersebut, dua di antaranya ditetapkan menjadi tersangka.
"Karena dua orang ini telah merugikan lintas negara, Jepang, Cina, Taiwan sampai ratusan miliar," katanya.
Kepolisian Taiwan, kata Krishna, sudah menunggu kedatangan 64 orang tersebut. Kasus mereka akan dilanjutkan di negara asal.
"Di sana ada penegak hukum untuk kejahatan mereka (64 yang dipulangkan)," katanya.
Beberapa tahun terakhir, banyak WNA yang tertangkap karena melakukan kejahatan secara online dari Indonesia. Sasaran mereka adalah orang-orang dari negara mereka sendiri. (Nur Habibie).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran