Suara.com - Niat hati menolong mereka yang butuh bantuan, malah mati sia-sia. Demikianlah nasib seorang guru perempuan asal Amerika Serikat yang tewas dibunuh di Nepal saat menjadi relawan gempa di negeri tersebut.
Dahlia Yehia, (25), dibunuh di Pokhara, sebuah kota di Nepal yang terkenal akan keindahan danau dan pegunungannya. Menurut keterangan dari kepala polisi setempat, setelah dibunuh, mayat Dahlia dibuang ke sebuah sungai.
Yehia adalah seorang guru dari Austin, Texas, Amerika Serikat. Dirinya tiba di Pokhara pada tanggal 4 Agustus lalu untuk membantu korban gempa bumi yang memporakporandakan negeri tersebut. Namun, Yehia dibunuh tiga hari kemudian.
Polisi telah menangkap Narayan Paudel, (30), pemilik rumah penginapan yang disinggahi Yehia. Paudel mengaku membunuh Yehia untuk merampas uangnya. Dengan sebuah palu, Paudel menghabisi perempuan itu lalu melemparkan mayatnya ke Sungai Seti.
Paudel sempat mencoba melarikan diri dari kantor polisi setelah diamankan. Alih-alih berhasil lolos, Paudel malah mengalami patah kaki.
Sampai saat ini, polisi belum menjerat Paudel dengan pasal apapun. Namun, jika terbukti bersalah Paudel bisa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Sementara itu, polisi masih mencari mayat Yehia.
"Kami telah mencari mayatnya selama lima hari," kata kepala polisi setempat, Hari Bahadur Pal.
Polisi menggunakan tambang untuk menuruni tebing dan dasar sungai untuk mencari mayat guru tersebut. (Reuters)
Tag
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?