Suara.com - Kunjungan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar, ternyata punya misi khusus saat mampir ke KPK hari, Jumat (11/9/2015).
"Saya silaturahim kepada pimpinan KPK ditemui (pimpinan) lengkap tadi, dalam rangka membangun sinergitas antar lembaga di mana penegakkan hukum korupsi itu bisa lebih bagus," kata Anang.
Dia pun menegaskan bahwa kehadiarnnya untuk pertama kali setelah resmi menjaabat sebagai Kabareskrim di Gedung KPK adalah melambangkan kembali mesranya KPK dengan Polri.
Anang menambahkan, kehadiranmnya menjadi tanda kerjasama yang lebih baik dan bagus lagi.
"Ini lambang saya hadir ini merupakan perlambang kerja sama yang lebih bagus. Ya kan bisa dilihat, makanya kita hadir di sini. Ini silaturahmi," tegas Pria Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN) tersebut.
Anang menampik kalau kehadirannya di KPK untuk membicarakan kasus. Dia pun menjelaskan bahwa kasus Pelindo II yang kini di dalam pengawasannya kini sedang dalam proses pengusutan.
"Iya masih dalam proses, pokoknya sekarang masih dalam proses, kan itu baru," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
TNI Akan Bentuk Batalion Olahraga, Atlet Emas Langsung Naik Pangkat Jadi Kapten
-
Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup
-
KPK Ultimatum Nyumarno, Politisi PDIP Bekasi Didesak Bersaksi di Kasus Suap Bupati
-
Susah Jadi Diktator di Era Medsos, Pengamat Nilai Tuduhan ke Prabowo Tak Tepat
-
4 Personel Brimob Diamankan Usai Insiden Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
-
Merangkak Pulang dari Semak Belukar: Kisah Nenek Saudah Korban Perlawanan terhadap Mafia Tambang?
-
Tunjangan Hakim Karir Tembus Rp110 Juta, Hakim Ad Hoc Ancam Mogok Sidang 12-21 Januari
-
Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
-
Rekrutmen TNI AD 2026: Jadwal, Syarat Pendidikan, Batas Usia, dan Ketentuan Fisik