Suara.com - Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi Jakarta mengevaluasi program relokasi warga.
"Fraksi Demokrat-PAN juga meminta kepada pihak eksekutif untuk melakukan evaluasi atas program relokasi lahan dan hunian dengan tindakan yang lebih manusiawi kepada para warga yang akan dilakukan relokasi," kata anggota DPRD Fraksi PAN Bambang Kusmanto ketika menyampaikan pandangan umum atas pidato Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2014 di ruang paripurna gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2015).
Bambang menambahkan kalau pemerintah lebih mengutamakan negosiasi, gesekan antara aparat dan warga seperti yang pernah terjadi di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak akan terjadi lagi.
"Sehingga tujuan utama program relokasi dapat betul-betul terselenggara secara manusiawi dan humanis pada warga masyarakat yang berhak mendapatkan hunian yang layak," ujarnya.
"Karena dalam melakukan relokasi, bukan sekedar memindahkan manusia dengan paksa, namun memindahkan seluruh akar nilai-nilai kehidupan yang dibangunnya bertahun tahun, baik itu yang bersifat sosial, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya," Bambang menambahkan.
Bambang tidak ingin Pemprov DKI keluar dari visi dan misi yaitu Jakarta Baru lantaran merelokasi warga tanpa mengikuti aturan.
"Sehingga jangan sampai tindakan yang dilakukan Pemprov DKI keluar dari visi - misi, Jakarta Baru, modern yang tertata rapi, menjadi tempat hunian yang layak dan manusiawi, memiliki masyarakat yang berkebudayaan, dan dengan pemerintah yang beriorentasi pada pelayanan publik," kata Bambang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi