Suara.com - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan Syahrial curiga ada upaya mengumpulkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk para driver Gojek untuk mendukung Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju menjadi calon gubernur lagi di pemilukada tahun 2017 melalui jalur independen.
Apa tanggapan Gubernur Ahok setelah dicurigai seperti itu?
"Itu mah lucu. Tahu nggak kalau DPRD ngomong lucu juga. Dia nggak ngerti persyaratan dukungan KTP sekarang. Dukungan sekarang bukan seperti 2012 cuma kasih KTP. Sekarang harus ngisi formulir. Nama alamat nomor telepon tandatangan basah, emangnya gampang. Itu ngisi form lho," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (17/9/2015).
Ahok mengatakan kalau dia punya niat mencari simpati dan dukungan warga Jakarta untuk maju lagi ke pemilukada, Ahok pasti tak akan menggusur pemukiman penduduk di bantaran Kali Ciliwung dan lapak pedagang kaki lima karena kebijakan tersebut bisa membuat orang membencinya.
Selain itu, kata Ahok, bisa saja dia tetap membiarkan program Kartu Jakarta Pintar seperti dulu, dimana pemegang kartu bebas menarik uang secara tunai. Tapi, Ahok tak melakukan itu, dia mengubah sistem untuk mencegah penyalahgunaan kartu dengan resiko dibenci warga.
"Ada orang dulu bilang, 'Pak Jokowi dulu KJP boleh tarik kontan, pas Ahok nggak boleh tarik satu sen pun, orang maki-maki Ahok. Nih payah Ahok beda sama Jokowi, makanya dulu kita pilih Jokowi bukan pilih ahok, kurang ajar, mempersulit kita,'" kata Ahok menirukan makian warga yang pernah ia terima.
"Nah kalau gitu mending KJP itu 548 ribu gue kasih KJP bisik-bisik (biar pilih saya lagi) terus saya datang. Tapi pernah nggak saya datang bagiin KJP ke kampung-kampung? Nggak pernah toh," Ahok menambahkan.
Ahok menegaskan dia tidak bukan tipe politisi yang menghalalkan segala cara untuk bisa menjadi kepala daerah.
"Kayak kemarin hari anak nasional ada anak sma bilang gini ‘Pak saya mau tanya sama bapak kenapa KJP gak boleh tarik kontan?’ Saya bilang siapa yang ngajarin kamu? ‘Bapak saya.’ Bilang bapak lo kurang ajar bapak lo gue bilang, aku gituin. Nah, kalau kita gituin ilang dong satu pemilih saya," kata Ahok.
Kecurigaan Syahrial ada upaya menggalang dukungan dari driver Gojek berawal ketika Pemerintah DKI Jakarta tidak menindaktegas kehadiran Gojek. Gojek berada di bawah PT. Gojek Indonesia, perusahaan penyedia jasa layanan transportasi yang menggunakan armada ojek sepeda motor berbasis aplikasi mobile.
"Saya dengar-dengar, katanya ada salah satu calon gubernur incumbent ingin maju dari independen dia membutuhkan KTP. Jangan-jangan ini penyebab kenapa pemerintah biarkan (Gojek) beroperasi," kata Syahrial di gedung DPRD DKI Jakarta, kemarin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Alarm BMKG! 90% Wilayah Jabar Diprediksi Dilanda Kemarau Kering
-
Tayang 2 September, Portrait of a Family Hadirkan Kisah Keluarga Penuh Haru
-
Kenapa AI Terasa Lebih Enak Diajak Curhat daripada Manusia? Ini Penjelasan Peneliti
-
Kesalahan Pakai Day Cream Menurut Dokter yang Bikin Wajah Tetap Kusam
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Turun, Beras dan Gula Justru Naik
-
Dikawal Ketat Brimob Bersenjata, Tersangka Korupsi Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung Usai Jumatan
-
Tidak Ada Toleransi, Kapolda Sumbar Bakal Pecat Polisi yang Terlibat Narkoba
-
Sambangi Gedung Bundar, Hotman Paris Bakal Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah?
-
4 Stylus Pen Universal Terbaik untuk HP dan Tablet, dengan Palm Rejection Cuma Rp70 Ribuan
-
9 Bank Sudah Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Terbaru BPRS Hasanah