Suara.com - Ketua Komisi III Azis Syamsudin menyatakan, Komisi III belum bisa melakukan tracking calon pimpinan KPK.
Sebab, surat untuk pembahasan fit and propertest calon pimpinan KPK ini belum diserahkan ke Komisi III dan masih di Pimpinan DPR.
"Belum bisa," kata Azis di DPR, Jakarta, Senin (21/9/2015).
Dia menambahkan, nama calon pimpinan KPK ini belum dibawa ke paripurna. Menurutnya, mekanismenya perlu dibawa ke Paripurna dulu untuk diserahkan ke Komisi III.
"Sampai saat ini belum ada pembahasan agenda dibawa ke paripurna sehingga kita belum bisa jadwalkan," ujar Politisi Golkar ini.
Saat ini, beberapa pimpinan DPR sedang melakukan ibadah haji. Sehingga, nama capim ini belum bisa diberikan ke Paripurna.
Meski demikian, dia menyatakan, proses fit and properest akan dilakukan secepatnya. Mengingat, ada batasan yang diatur dalam undang-undang dalam melakukan fit and propertest ini.
"Targetnya akan kami bahas setelah surat itu masuk, kita lihat. Kalau keburu ya bisa, karena kita punya waktu 30 hari," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
FPIR Desak Menhan Fokus Pada Ancaman Nyata Kedaulatan Negara: Jangan Terseret Isu di Luar Tugas
-
Pemprov DKI Siapkan 20 Armada Transjabodetabek Blok M-Badara Soetta, Tarif Mulai dari Rp2.000
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang Jabodetabek, Cek Rinciannya di Sini
-
Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Diduga Sempat Dimintai Uang Sekolah, Komisi X DPR: Pelanggaran Hukum
-
Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029