Suara.com - Kejaksaan Agung menyayangkan tidak ada calon pimpinan KPK yang memiliki latar belakang jaksa. Hal ini membuka peluang gugatan praperadilan.
Demikian Kepala Biro Hukum dan Luar Negeri Kejaksaan RI, Jan S Maringka dalam diskusi di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Minggu (20/9/2015).
Karenanya, menurut dia, bukan tidak mungkin tanpa kejaksaan, KPK nantinya akan mengalami gugatan praperadilan secara terus menerus.
"Karena tidak menempatkan jaksa dalam jajaran pimpinan KPK. Bukan mustahil KPK ini akan menjadi gugatan baru. Misalnya praperadilan yang akan terjadi terus menerus. Karena seorang jaksa itu mengerti proses penegakan hukum dari awal hingga akhir eksekusi dari putusan pengadilan," ujar dia.
Oleh karena itu, kata Jan, untuk menghidari terjadinya gugatan yang dilayangkan para tersangka tindak pidana korupsi ini, sudah menjadi tugas bersama aparat penegak hukum untuk lebih teliti dalam penangan suatu perkara.
"Tugas bersama ayo kita bersama mengembalikan penegakan hukum agara jadi penegakan hukum yang mempuyai rasa keadilan," tutupnya.
Diketahui, Diketahui, 8 capim KPK sudah diserahkan Presiden Jokowi ke DPR. Setelah dirapatkan di tingkat pimpinan dewan, nama-mana itu akan dibawa ke rapat paripurna sebelum diserahkan ke Komisi III. Rencananya, uji kelayakan dan kepatutan akan dilaksanakan pada akhir September 2015.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Talkshow di SMAN 9 Gowa, Ketum TP PKK Dorong Siswa Kembangkan Bakat dan Potensi Diri
-
Jejak Pelarian Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati Berakhir di Wonogiri, Muka Lesu Tangan Diborgol
-
Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI
-
Isu Persija vs Persib Tergusur Acara GRIB Jaya, Pramono: Saya Tidak Mau Berspekulasi
-
Donald Trump: Ayolah Iran, Kibarkan Bendera Putih