Suara.com - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Junimart Girsang mengatakan akan memanggil paksa pimpinan DPR yang terdiri dari Setya Novanto, Fadli Zon, Sekjen DPR Winantuningtyastiti serta saksi bila tidak memenuhi panggilan.
"Kita akan minta kepolisian panggil paksa terhadap Setya Novanto, Sekjen dan saksi-saksi. Hal itu dilakukan bila tidak penuhi panggilan MKD secara berturut-turut," ujar Junimart, Selasa (22/9/2015).
Pemanggilan ini terkait dengan kasus dugaan pelanggaran kode etik delegasi pemimpin DPR yang bertemu pebisnis Donald Trump di Amerika Serikat.
Junimart mengatakan kesediaan mereka dipanggil akan membuat kasus cepat selesai.
Junimart mengusulkan supaya metode penyelesaian kasus ini dengan cara sidang panel sehingga tidak melalui proses persidangan.
"Masalah ini bisa tanpa melalui persidangan MKD, yakni, melalui panel saja, seperti di kasus Komisi VII. Kita buat panel, diperiksa oleh tiga orang dari MKD dan orang orang dari luar, dan pakar-pakar," ujar dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
-
LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!
-
Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha
-
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung
-
Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara
-
KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA