Suara.com - Sebanyak empat tokoh dunia mendapatkan penghargaan Bintang Soekarno atau "The Star of Soekarno" karena jasa-jasanya untuk keadilan, kemerdekaan, kemanusiaan dan demokrasi dari Yayasan Pendidikan Soekarno.
Ada pun keempat tokoh tersebut adalah Perdana Menteri Malaysia periode 1981-2003 Tun Mahatir bin Mohamad, Presiden Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Venezuela periode 1999-2013 Hugo Rafael Chavez Frias dan Presiden Kuba periode 1976-2008 Fidel Alejandro Castro Ruz.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno Rachmawati Soekarnoputri pada Minggu malam, di Hotel Borobudur, Jakarta. Selain Mahatir Mohamad, penerima lain diwakili oleh Duta Besar negara masing-masing.
"Para tokoh ini memiliki pemikiran dan tindakan yang mirip dengan Bung Karno. Soekarno selalu berjuang untuk meningkatkan kerja sama bangsa-bangsa di dunia berdasarkan kemanusiaan, keadilan, kemerdekaan dan demokrasi," ujar Rachmawati dalam acara tersebut.
Menurut anak ketiga Bung Karno dari Fatmawati tersebut melanjutkan, saat ini pemikiran Sukarno, yang antiimperialisme dan kolonialisme, masih sangat relevan baik untuk Indonesia maupun dunia.
Peperangan di masa kini, kata dia, bukan lagi berbentuk kontak fisik secara langsung antara dua negara yang saling bermusuhan namun berubah menjadi "proxy war" atau perang proksi.
Perang proksi adalah pertempuran yang memanfaatkan pihak ketiga, tidak secara langsung oleh negara yang berkepentingan. Perang ini kemudian akan menghasilkan pertempuran nonmiliter atau perang asimetris yang melibatkan sumber daya alam, makanan dan ekonomi.
"Oleh sebab itu perlu adanya sinergi antara pemimpin-pemimpin yang memiliki pemikiran Bung Karno, yang di masa hidupnya terus berjuang melawan penjajahan dan peperangan gaya baru tersebut," tutur Rachmawati.
Ada pun penghargaan Bintang Soekarno dari Yayasan Pendidikan Soekarno sudah diberikan sejak tahun 2001. Termasuk keempat tokoh dunia yang disebutkan sebelumnya, total sudah ada 18 pemimpin dunia yang mendapatkannya.
Di antara nama-nama tersebut ada dua orang dari Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara dan Presiden Indonesia periode 1998-1999 Bacharuddin Jusuf Habibie.
Acara pemberian penghargaan tersebut dihadiri oleh beberapa duta besar dan perwakilan negara sahabat serta beberapa tokoh nasional seperti Jimly Asshiddiqie dan Akbar Tanjung. (Antara)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Mantan Aktor Cilik Amerika Ini Akui Terjangkit HIV
Hadiri Sidang Cerai, Stuart Collin Cium Tangan Mertua
Pengakuan Mengejutkan Pencabut Nyawa Petugas Parkir Senayan City
NASA Akan Umumkan Hal Besar Tentang Mars, Mahluk Asing?
Kisah Menyentuh Jaxon, Bayi yang Lahir dengan Kepala Separuh
Tag
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM
-
Sidang Hadirkan Saksi Mahkota, Pengacara Kerry: Tidak Ada Pengaturan Penyewaan Kapal oleh Pertamina
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan