Suara.com - Tiga pendaki asal Jakarta dilaporkan tersesat di Gunung Slamet, Jawa Tengah, dan saat ini sedang dilakukan penjemputan oleh tim Search and Rescue Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga.
"Kami sudah mengirimkan 12 personel SAR Desa Kutabawa untuk menjemput tiga pendaki tersebut," kata petugas Pos Pendakian Gunung Slamet, Slamet Ardianzah di Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Selasa (29/9/2015).
Menurut dia tiga pendaki asal Jakarta yang tersesat yaitu Loso Wuriyanto, Sultan Sastra Alam, dan Naufal Amirul.
Mereka bertiga mendaki Gunung Slamet sejak tanggal 27 September 2015, namun pada hari Senin (28/9/2015) sekitar pukul 16.36 WIB mengirim pesan singkat ke Pos Pendakian Gunung Slamet jika tidak mengetahui jalan untuk turun.
Oleh karena itu, kata Slamet, personel SAR Desa Kutabawa segera dikirim untuk menjemput ketiga pendaki tersebut yang diperkirakan berada di sekitar Pos IV.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, personel SAR Desa Kutabawa sudah bertemu dengan tiga pendaki itu. Mereka dalam kondisi selamat, meskipun ada yang keseleo," katanya.
Ia mengatakan bahwa selama tersesat, ketiga pendaki bertahan hidup di daerah bebatuan yang bukan merupakan jalur pendakian.
"Tim SAR Desa Kutabawa dan ketiga pendaki itu diperkirakan sampai di Pos Pendakian Bambangan sekitar pukul 15.00 WIB," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan
-
Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam
-
Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini
-
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan