- Malaria Knowlesi merupakan infeksi zoonotik akibat parasit Plasmodium knowlesi yang ditularkan nyamuk Anopheles dari monyet ke manusia.
- Penyakit ini memiliki siklus replikasi cepat yang menyebabkan kondisi pasien memburuk drastis dalam waktu singkat sejak gejala muncul.
- Masyarakat harus segera ke rumah sakit untuk diagnosis PCR dan pengobatan anti-malaria guna mencegah dampak infeksi berat.
Suara.com - Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap jenis malaria yang satu ini: Malaria Knowlesi. Bukan sekadar malaria biasa, penyakit ini memiliki karakteristik unik yang berasal dari satwa liar dan berpotensi fatal jika terlambat ditangani.
Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis, menjelaskan bahwa penyakit ini merupakan malaria zoonotik.
Penyebabnya adalah parasit Plasmodium knowlesi yang secara alami menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk.
Penularannya terjadi saat nyamuk Anopheles (khususnya kelompok Leucosphyrus) menggigit monyet yang terinfeksi, lalu nyamuk tersebut menggigit manusia.
Dalam dunia kesehatan, nyamuk ini berperan sebagai vektor atau pembawa penyakit.
Gejala yang Menipu: Sering Dikira Flu atau DBD
Tantangan terbesar dalam mendeteksi Malaria Knowlesi adalah gejalanya yang tidak khas. Banyak pasien terkecoh dan menganggapnya sebagai demam berdarah (DBD), tipus, atau sekadar flu biasa.
Padahal, parasit ini memiliki siklus replikasi yang sangat cepat, yaitu hanya 24 jam. Artinya, kondisi pasien bisa memburuk secara drastis dalam waktu singkat.
Kenali Gejalanya:
Baca Juga: DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
- Gejala Ringan hingga Sedang: Demam, menggigil, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, serta mual dan muntah.
- Gejala Berat (Wajib Segera ke RS): Napas cepat atau sesak (ARDS), penurunan trombosit secara drastis, gangguan fungsi hati (mata dan kulit menguning), air kencing sedikit dan pekat, hingga penurunan kesadaran.
Untuk mendiagnosis penyakit ini secara akurat, diperlukan tes PCR. Pasien sangat disarankan mendapatkan pengobatan kombinasi berbasis Artemisinin-based Combination Therapy (ACT) dalam waktu kurang dari 48 jam sejak gejala pertama muncul.
Namun, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan:
- ACT adalah pilihan utama bagi pasien tanpa komplikasi.
- Artesunate Intravena diberikan untuk kasus yang berat.
- Jangan "Self-Diagnose": Hindari minum antibiotik sembarangan atau mengobati sendiri karena mengira hanya terkena tipus, DBD, atau flu.
- Jangan Tunda ke Dokter: Segera periksakan diri setelah pulang dari kawasan hutan jika merasa demam.
"Harus segera ditangani setelah diagnosis agar tidak terjadi infeksi yang berat. Malaria ini tidak bisa dengan antibiotik harus dengan anti-malaria," ungkap Inke dalam pertemuan daring dengan media, Rabu (13/5/2026).
Mitos vs Fakta Malaria Knowlesi
Dr. Inke juga meluruskan beberapa simpang siur informasi yang beredar di masyarakat:
- Mitos: Penularan melalui udara.
- Fakta: Penularan tetap melalui gigitan nyamuk dari monyet. Bukan dari udara atau kontak antara manusia dan monyet.
- Vaksin: Hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk Malaria Knowlesi. Vaksin yang tersedia saat ini hanya untuk parasit Plasmodium falciparum.
- Wilayah Sebaran: Penyakit ini tidak hanya ditemukan di Malaysia, tapi juga telah dilaporkan di Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Singapura.
- Risiko Hewan Peliharaan: Memelihara monyet di rumah meningkatkan risiko terjangkit. Kontak langsung dengan monyet ekor panjang sangat tidak dianjurkan.
Langkah Pencegahan: Lindungi Diri Anda!
Berita Terkait
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
Cara Mencegah DBD Sejak Dini, Terapkan 5 Kebiasaan Sederhana Ini
-
Waspada Masa Pancaroba: Kasus DBD Melonjak Tajam, Ini Cara Tepat Mencegahnya di Rumah
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana