Suara.com - Pemerintah Cina kembali memecat pejabatnya karena dinilai tidak layak. Kali ini seorang wali kota di sana dipecat karena korupsi waktu.
Wali kota itu berasal dari kota di tenggara Cina. Dia dipecat karena main games dan bermain golf saat di jam kerja. Langkah ini dilakukan karena Cina menjadi salah satu negara yang tengah memberantas korupsi. Termasuk korupsi waktu.
Golf dianggap sebuah permainan kaum borjuis pada zaman Mao Zedong. Golf ini menandakan status.
Seperti diberitakan Xinhua, Wali Kota Wuyishan, Provinsi Fujian, Lin Chunsong membayar lebih untuk bermain golf. Antara 18 Juni 2013 sampai 16 Agustus 2015, Lin bermain 163 putaran golf di klubnya. Dari jumlah itu, sebanyak 12 kali bermain golf saat jam kerja.
Pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan Cina sejak era Presiden Xi Jinping. Xi kampanye sweeping melawan korupsi dan pemborosan anggaran sejak 3 tahun lalu.
Bahkan pemerintah mengimbau pejabat tidak bermewah-mewahan. Mereka harus hidup sederhana dan menjadi teladan rakyatnya. (reuters)
Tag
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara