Suara.com - Pemanasan global yang terjadi terus menerus diprediksi akan membuat kawasan Benua Afrika semakin kering kerontang. Prediksi ini berdasarkan penemuan mengejutkan di kawasan itu.
Sebuah penelitian menyebutkan ada inti sedimen yang diekstraksi dari Teluk Aden menemukan kawasan Afrika Timur yang meliputi Somalia, Djibouti dan Ethiopia telah kering pada tingkat yang luar biasa. Ini lebih cepat seabad terakhir.
Penulis utama penelitian itu yang juga profesor di University of Arizona, Jessica Tierney yakin pengeringan itu terkait dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim. Diperkirakan kawasan itu akan terus kering.
"Jika kawasan itu menjadi kering. Benar-benar mengubah model ntuk keamanan pangan dan pertanian," katanya kepada Reuters.
Penulis lainnya, Peter deMenocal dari Columbia University Lamont-Doherty Earth Observatory memperingatkan akan banyak kelompok yang butuh bantuan.
Studi ini memiliki implikasi penting bagi wilayah yang tidak stabilitas dari sisi politik dan kekerasan. Terlebih di sana sudah rentan kekeringan dan kelaparan.
Temuan itu meningkatkan ketidakpastian soal prediksi iklim saat ini. Namun ini bisa membantu membangun gambaran yang lebih akurat dalam jangka panjang. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat