Suara.com - Keluarga bocah korban pembunuhan dan pemerkosaan Putri Nur Fauziah (9) berharap tersangka Agus Dermawan alias Agus Pea dihukum mati.
"Kita sih minta dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa dihukum mati. Ya setimpallah," kata Romlah (36) kakak ibu korban Ida Fitriani saat ditemui rumah duka, di Rawalele, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (13/12/2015).
Romlah mengaku, kaget jika Agus tega melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap keponakannya. Dia tak menyangka karena pelaku dekat dengan keluarga korban.
"Ibu Ida kenal dengan Agus. Kita juga kenal deket," katanya.
Selain itu, di mata keluarga korban, Agus juga dikenal sebagai sosok lelaki yang ramah terhadap tetangga dan baik terhadap anak-anak kecil. Dia juga tidak curiga sedikit pun kepada Agus.
"Kalau saya nilai mah kaya laki normal. Orang supel ramah. Sama anak kecil sering ngasih jajan," katanya.
Meski demikian, pihak keluarga saat menyerahkan sepenuhnya kasus pembunuhan dan pemerkosaan ini kepada pihak kepolisian.
"Kita serahin ke polisi aja," katanya.
Polisi menetapkan tersangka Agus pada Sabtu (10/10/2015). Pelaku ditangkap setelah adanya penyidikan yang dilakukan terhadap Agus.
Dugaan ini menguat ketika anjing pelacak yang melakukan olah tempat kejadian perkara mengarah ke warung tempat tinggal Agus. Selain itu, di warung ini, polisi juga menemukan bercak darah yang belum diketahui pemiliknya.
Agus sendiri dikenal sebagai residivis narkoba. Dia juga memiliki geng yang bernama Boel Tacos yang beranggotakan anak di bawah umur 13 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi
-
Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah
-
Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"
-
Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan
-
Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK
-
KPK Ungkap Orang yang Klaim Bisa Urus Kasus Bea Cukai Ada di Semarang
-
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pigai: Kebebasan Berpendapat Ada Batasnya
-
Apa Bedanya Sekolah Rakyat dan Sekolah Biasa? Heboh Anggaran Sepatu Rp700 Ribu Sepasang