Suara.com - Tim investigasi Belanda merilis laporan akhir terkait jatuhnya pesawat MAS MH 17 di wilayah Ukraina Juli tahun lalu. Dalam laporannya, mereka memastikan MH17 yang mengakut 298 penumpang ditembak rudal BUK buatan Rusia.
Berdasarkan hasil penyelidikan tim investigasi negeri Kincir Angin, sebelum ditembak jatuh seluruh penumpang masih sadar setidaknya 60 detik hingga 90detik sebelum jatuh dan meledak.
Seluruh korban terwas diduga akibat mengalami dekompresi, kekurangan oksigen, suhu dingin yang ekstrem, hembusan udara yang sangat kuat serta tertabrak serpihan pesawat.
Dalam video simulasi yang dikeluarkan tim investigasi Belanda, rudal menghantam bagian depan pesawat, tepatnya sebelah kiri kokpit pesawat.
Perdana Menteri Ukraina Arseny Yatseniuk, hari Selasa (13/10/2015), menyatakan, dirinya tak ragu lagi bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di Ukraina bagian timur oleh pasukan khusus Rusia. Pernyataan PM Ukraina itu disampaikan sesaat sebelum Badan Keselamatan Transportasi Belanda menyampaikan hasil penyidikan akhir tragedi MH17 yang terjadi pada 17 Juli 2014 silam.
Yatseniuk mengatakan, pasukan khusus Rusia yang akhirnya turun tangan menembakkan rudal ke arah MH17, lantaran para separatis pro-kemerdekaan "terlalu mabuk".
Laporan penyelidikan yang sudah lama ditunggu itu menyimpulkan bahwa MH17 ditembak jatuh oleh rudal Buk buatan Rusia. Namun, laporan tersebut tidak menyebutkan siapa yang menembakkan rudal itu.
Rudal mengenai pesawat dan menewaskan 298 penumpang dan kru, termasuk 12 warga negara Indonesia di dalamnya.
"Menurut pendapat kami, serangan itu dilakukan dari wilayah yang dikendalikan oleh tentara Rusia dan tidak diragukan lagi bahwa para separatis yang mabuk tidak mampu mengoperasikan sistem rudal Buk dan ini artinya sistem tersebut dioperasikan oleh tentara Rusia yang profesional," kata Yatseniuk dalam sebuah rapat dengan jajaran pemerintah Ukraina.
Dituding jadi dalang, Rusia membantah. Mereka menolak jika disebut mengirim senjata dan personel untuk membantu para separatis dalam konflik di Ukraina bagian timur.
Pesawat MH17 ditembak jatuh tiga bulan setelah pertempuran antara pasukan Ukraina dan separatis pro-kemerdekaan yang ingin memisahkan diri dari Ukraina. (Dailymail)
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji