Suara.com - Pemerintah Indonesia memperketat masuknya daging dan produk turunannya yang diimpor dari Malaysia. Ini dilakukan untuk mencegah penularan wabah penyakit.
"Malaysia sampai saat ini masih endemis penyakit mulut dan kuku. Sementara Indonesia sendiri sudah bebas dari penyakit itu sejak puluhan tahun yang lalu," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kementerian Pertanian Palembang, Arinaung Siregar, di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/10/2015).
Daging olahan berupa sosis dan dendeng yang diimpor dari Malaysia harus mendapatkan pemeriksaan secara ketat di Balai Karantina.
"Memang yang paling banyak kami khawatirkan adalah produk daging sapi olahan dari Malaysia," kata Arinaung.
Sapi dan daging sapi di Malaysia berasal dari Brazil dan India. Bahkan sapi dari Brazil yang terkena penyakit sapi gila bisa dengan mudah memasuki Malaysia.
"Pemeriksaan di Malaysia tidak seketat kita. Malaysia sangat mudah menerima sapi dari mana saja," ujarnya.
Setelah melalui pemeriksaan ketat di Balai Karantina, pihaknya memastikan bahwa daging dan produk turunannya dari Malaysia yang ada di pasar nasional aman untuk dikonsumsi. Dia mengklaim, Balai Karantina Palembang jauh lebih ketat dibandingkan dengan daerah lain.
"Hal ini dikarenakan di Palembang tidak ada jalan tikus. Jadi barang impor yang masuk dipastikan lewat bandara," kata Anaung. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia
-
Ahli BPK Bongkar Dugaan Penyimpangan di Sidang Praperadilan Kasus Kuota Haji
-
Jaksa Dilarang Kasasi, Menko Yusril Nyatakan Nasib Delpedro Cs Kini Final Setelah Putusan PN Jakpus
-
Dibongkar Bahlil, Ini Alasan Golkar Yakin Prabowo Mampu Jadi Mediator Konflik Timur Tengah
-
Gempur Lapangan Padel Bodong, Pemprov DKI Segel 206 Lokasi
-
Prabowo Diteriaki 'Penakut' oleh Massa Aksi Demonstrasi Tolak BoP
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Minta Masyarakat Tak Panic Buying: Suplai Lancar!
-
Kemlu: Timur Tengah Bergejolak, Pembahasan Board of Peace Ditangguhkan Sementara
-
Viral! Pemotor Lawan Arah di Pondok Labu Ngamuk Sambil Genggam Batu Saat Ditegur Warga