Suara.com - Sebanyak lima pendaki Gunung Lawu terjebak kebakaran hutan di sana. Mereka dikabarkan tewas.
Kebakaran itu melanda kawasan lereng gunung tersebut selama beberapa pekan terakhir. Seorang relawan anggota dari Anak Gunung Lawu (AGL), Agus mengatakan informasi adanya pendaki yang tewas tersebut diperoleh dari para pendaki lainnya yang selamat dari kepungan api dan asap yang melanda antara pos 3 dan 4 jalur pendakian.
"Kami menerima informasi bahwa ada lima pendaki yang tewas terbakar di atas (Gunung Lawu). Dimungkinkan mereka terjebak api yang membakar hutan lereng Gunung Lawu," ujar Agus kepada wartawan di Magetan, Minggu (18/10/2015).
Belum diketahui identitas dari kelima korban tersebut. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan upaya evakuasi jasad korban.
"Tim sudah diberangkatkan untuk melihat kondisi korban. Ada satu korban luka yang berhasil dievakuasi petugas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sayidiman Magetan," kata dia.
Korban luka yang berhasil dievakuasi tersebut bernama Eko Nurhadi yang kondisinya kritis akibat luka bakar dan menghirup banyak asap.
Sementara itu pihak Perhutani KPH Lawu Ds, BPBD Magetan, maupun polisi belum bisa dikonfirmasi atas kejadian tersebut. Mereka hingga kini masih melakukan upaya evakuasi terhadap para korban. Petugas berwenang juga belum mengetahui jumlah pasti pendaki yang menjadi korban atas peristiwa tersebut, berikut identitasnya.
Sejak dua pekan terakhir, kebakaran kembali melanda hutan di lereng Gunung Lawu. Kebakaran tersebut merupakan kebakaran yang kedua kalinya selama musim kemarau setelah kebakaran hutan melanda lereng gunung itu pada Agustus lalu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara