Suara.com - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memerintahkan Polda Jawa Timur untuk mengusut tuntas kasus tambang pasir ilegal di Desa Selok Awar-awar, Lumajang, Jawa Timur, yang telah menewaskan warga bernama Salim Kancil dan mengakibatkan Tosan luka parah karena dikeroyok massa pendukung perusahaan tambang.
Kapolri juga meminta Polda Jawa Timur mengusut dugaan keterlibatan pejabat pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam kasus tambang ilegal.
"Kemungkinan ada, silakan dilakukan penyelidikan, akan tetapi apakah nanti menemukan fakta mendukung itu atau tidak tergantung dari hasil penyelidikan," kata Badrodin kepada wartawan di sela perayaan HUT Bayangkari ke 63 di Mabes Polri, Senin (19/10/2015).
Badrodin mengatakan saat ini, pemerintah daerah sudah tidak ada konflik dengan DPRD terkait tambang ilegal. Padahal, bupati Lumajang sebelumnya, Sjahrazad Masdar, konflik dengan dewan karena masalah tambang ilegal.
"Bupati sebelumnya itu punya konflik antara bupati dan DPRD itu dalam masalah tambang ilegal itu. Sekarang sudah tidak ada konflik," kata dia.
Untuk mengungkap ada tidaknya keterlibatan eksekutif dan legislatif dala kasus tambang pasir ilegal, Badrodin meminta dilakukan penyelidikan sampai tuntas.
"Harus dibuktikan dengan fakta hukum yang mendukung itu," kata Badrodin
Badrodin meminta kepada Kapolda Jawa Timur tegas.
"Saya sudah berikan arahan Kapolda Jawa Timur apa yang harus dilakukan," kata Badrodin
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget