Suara.com - Dua pejabat eselon IV Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang tertangkap sedang berbuat mesum saat jam kerja di salah satu hotel berbintang akhirnya dicopot dari jabatannya.
"Sanksi 'nonjob' ini merupakan sanksi sedang. Artinya tidak ringan, tidak berat juga sebab kedua pejabat itu belum pernah melakukan tindakan indisipliner," kata Penjabat Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani di Mataram, Jumat.
Selly mengatakan, penetapan sanksi terhadap dua pejabat yang bertugas di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tersebut sesuai dengan hasil kajian dari Asisten Administrasi Umum dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mataram berdasarkan PP 53.
"SK 'nonjob' dua pegawai negeri sipil (PNS) tersebut secepatnya kami terbitkan. Jadi, dari jabatan kepala seksi, kini mereka menjadi staf biasa," ujarnya.
Selain memberikan sanksi "nonjob" kepada kedua pejabat tersebut, pihaknya juga berencana akan memindahtugaskan pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang berbeda.
Hal itu sebagai upaya agar keduanya tidak lagi saling berinteraksi secara langsung. "Namun sampai saat ini belum ada pimpinan SKPD yang siap menerima mereka. Ini merupakan sanksi sosial bagi mereka," sebutnya.
Selly yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pemerintah Provinsi NTB ini menambahkan bahwa selain memberikan sanksi kepada dua PNS tersebut, pihaknya juga akan memberikan teguran kepada pimpinan SKPD karena dinilai kurang dalam melakukan pembinaan dan pengawasan kepada bawahannya.
Apalagi, kedua PNS tersebut berasal dari satu SKPD yang sama. "Sanksi yang kami berikan kepada pimpinan SKPD berupa sanksi teguran," katanya.
Selly berharap sanksi yang diberikan kepada dua PNS yang dinilai melanggar aturan itu bisa menjadi pelajaran bagi PNS-PNS lainnya, agar bisa berhati-hati dalam berbuat dan bertindak. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan