Suara.com - Jaksa Agung HM. Prasetyo disebut turut andil dalam upaya mengkriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi.
Hal itu terungkap ketika pertemuan sejumlah tokoh dan elit partai politik di kediaman mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono setelah Komjen Pol Budi Gunawan ditetapkan jadi tersangka oleh KPK kasus dugaan korupsi beberapa waktu lalu
Dalam pertemuan yang disinyalir membahas mengkriminalisasi Wakil Ketua KPK ketika itu Bambang Widjojanto, Prasetyo yang menjabat sebagai Jaksa Agung turut hadir.
"Prasetyo ikut rapat di rumah AM Hendropriyono di kawasan Senayan untuk melakukan kriminalisasi terhadap Bambang Widjojanto (Wakil KPK ketika itu). Laporan investigasi itu tertuang dalam majalah Tempo," kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dalam konferensi pers tentang desakan pencopotan Jaksa Agung di kantor ICW, Kalibata, Jakarta, Minggu (25/10/2015).
Hal serupa diungkapkan oleh Koordinator YLBHI Julius Ibrani, bahwa Jaksa Agung Prasetyo memiliki peran sentral atas kriminalisasi terhadap puluhan orang yang pro KPK. Kriminalisasi bermula pasca Komjen Budi Gunawan (BG) ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada 13 Januari 2015.
Menurut dia, sebanyak 49 orang diperiksa, ditangkap, ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri sebagai respon atas penetapan BG tersangka oleh KPK.
Kriminalisasi dilakukan terhadap KPK, Komisi Yudisial, Komnas HAM, para dosen, mantan Hakim Agung serta pegiat/aktivis anti korupsi paska 49 orang tersebut mengkritik dan menyoroti penetapan tersangka BG kasus dugaan korupsi. Diantaranya, Bambang Widjojanto, Abraham Samad, Denny Indrayana, Suparman Marzuki (pimpinan KY), Taufiqqurohman Syahuri (Komisioner KY), Tempo (media massa) dan lainnya.
"Apa kaitannya kriminalisasi ini dengan Jaksa Agung, paling tidak ada alasan nyata bahwa Kejaksaaan di bawah Jaksa Agung memiliki peran signifikan untuk mengendalikan perkara sejak awal pemeriksaan oleh polisi," terangnya.
Hingga berita ini diunggah, belum ada tanggapan dari Jaksa Agung soal tudingan ICW tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi