Suara.com - Sejumlah elite PAN menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di DPR, Senin (26/10/2015). Elite yang hadir adalah Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Waketum PAN Hanafi Rais, dan Waketum PAN lainnya Bara Hasibuan.
Ditanya mengenai agenda pertemuan ini, para elit PAN tidak memberikan jawaban yang pasti. Termasuk saat disinggung soal adanya pembahasan soal reshuffle.
Isu reshuffle ini mencuat saat PAN memberikan dukungan kepada pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
"Nanti ya, nanti," ujar Amien langsung naik ke ruangan Zulkifli Hasan di Nusantara III DPR RI, Jakarta, Senin (26/10/2015).
Pertemuan tersebut pun berjalan tertutup selama kurang lebih dia jam. Amien Rais yang ditunggu-tunggu usai pertemuan, pergi tanpa memberikan pernyataan apa-apa.
Sementara itu, Bara Hasibuan menjelaskan, pertemuan ini merupakan kunjungan pribadi. Dia menambahkan, tidak ada perbincangan soal reshuffle dalam pertemuan ini.
Persoalan reshuffle, Bara mengatakan hal itu dikembalikan kepada presiden sebagai pemilik otoritas.
"Ini kunjungan pribadi bertemu Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum. Tidak ada membicarakan soal reshuffle. Ini bicara program PAN dan kunjungan Manado dan Surabaya," jelas dia.
Terpisah, Hanafi Rais yang disinggung soal reshuffle mengatakan hal itu dikembalikan kepada presiden. Dia menerangkan, yang saat ini paling penting ketimbang reshuffle adalah penanganan asap.
Selain itu, urusan reshuffle, Hanafi mengatakan itu adalah urusan presiden karena hal ini merupakan hak prerogatif presiden.
"Ini masalah sensitif, harus memikirkan juga menteri yang di kabinet, mereka sedang bekerja," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar