Sekretaris pribadi mantan Politisi Partai Hanura Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, memilih bungkam usai diperiksa oleh penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rinelda diperiksa penyidik KPK selama 8 jam.
Pantauan suara.com, Rinelda yang mengenakan baju tahanan berwarna jingga keluar dari gedung KPK, sekitar pukul 18.40 WIB dengan membawa map. Rinelda yang didampingi dua petugas KPK hanya melempar senyum kepada awak media yang menunggu kedatangannya di pintu masuk Gedung KPK.
Rinelda pun terus diberondong sejumlah pertanyaan. Ketika ditanyai para awak media terkait berkas yang ditandatangani, dia hanya menjawab singkat dan langsung masuk ke mobil tahanan yang sudah menunggu di depan pintu masuk.
"Belum," ujar Rinelda singkat.
Sebelum jadi tersangka, KPK menangkap Rinelda dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Selasa lalu (20/10/2015). Dia ditangkap bersama Dewie yang ketika itu masih anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Hanura.
Selain menangkap Rinelda dan Dewie, ketika itu, KPK juga menangkap staf ahli Dewie, Bambang Wahyu Hadi, kemudian Kepala Dinas Pertambangan dan Energi di Papua Deiyai: Iranius, dan pengusaha bernama Setiadi. Semuanya telah dijadikan tersangka dalam kasus yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Hanura Incar Suara Gen Z, Janjikan Solusi Pendidikan yang Nyambung ke Dunia Kerja
-
Pekanbaru Masih Dikepung Kabut Asap Kiriman Pelalawan
-
Modal Rp1 Miliar, Sindikat Upal di Serpong Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar Buat Tipu Bank
-
5 Tips Memilih Kaus Kaki untuk Jalan Jauh agar Tidak Lecet dan Bau, Melangkah Makin Nyaman
-
Review Flex x Cop Season 1: Aksi Anak Konglomerat Memburu Pelaku Kejahatan
-
Sudah Bayar Rp650 Juta, Uang Orang Tua Mahasiswa Unsoed Malah Buat Biaya Cat Gedung
-
Konflik Memanas, Warga Desak KPK Telusuri Duit Sawit yang Dikelola Agrinas
-
Ulasan Na Willa: Ketika Dunia Sederhana Anak-Anak Mengajarkan Arti Bertumbuh
-
Cara Menonaktifkan SafeSearch Google di HP dan Laptop agar Hasil Pencarian Tidak Blur
-
355 Titik Panas Terdeteksi di Riau, Terbanyak Pelalawan