News / Nasional
Selasa, 07 Juli 2026 | 16:32 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono berbicara dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (ANTARA/HO-Kemenkop)
Baca 10 detik
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi kritik viral mengenai lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap kurang strategis.
  • Pemerintah akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap laporan masyarakat untuk menentukan langkah perbaikan serta solusi lokasi pembangunan.
  • Hingga Juli 2026, sebanyak 14 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih telah selesai dibangun dari total target rencana.

Suara.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendengarkan masukan dan kritik terhadap lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap kurang strategi.

Ferry menyadari kekinian banyak aspirasi berbentuk video di media sosial yang viral tentang sejumlah Kopdes lantaran lokasi bangunannya tidak strategis.

Menurut Ferry, narasi yang viral di media sosial tersebut menjadi bagian dari kritik publik. Pemerintah turut mendengarkan sebagai bahan perbaikan.

"Ya biasa sekarang di era sosial media, ya. Mereka sebenarnya maksudnya baik, dan mereka apa namanya, mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi. Dan masukan-masukan itu tentu kita akan, apa, jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat," tutur Ferry di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Meski demikian, Ferry meminta publik untuk melihat lembangunan Kopdes lainnya yang berdiri di lokasi berbeda.

"Tapi kan harus dilihat juga, misalkan yang bangunan itu kan hanya berapa, tapi karena diviralkan tapi nggak, ini kita cari solusinya," kata Ferry.

Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya sejumlah video di media sosial yang menyoroti lokasi Kopdes Merah Putih.

Dalam sejumlah unggahan, beberapa Kopdes Merah Putih dinilai berada di lokasi yang kurang strategis, seperti di lereng perbukitan, menghadap area persawahan, berdampingan dengan koperasi lain, hingga berada di dekat area pemakaman.

Ia menilai temuan tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan program sehingga tidak dapat dijadikan gambaran umum pelaksanaan pembangunan Kopdes Merah Putih.

Baca Juga: Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi

Meski demikian, Menkop menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Ferry menjelaskan penentuan lokasi Kopdes Merah Putih sejak awal merupakan hasil musyawarah antara masyarakat desa dan pemerintah desa.

Ia mengatakan apabila setelah diverifikasi lokasi tersebut memang dinilai kurang sesuai, pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan masyarakat dan kepala desa untuk mencari solusi.

“Kami akan pikirkan, kami akan carikan solusinya sekiranya memang itu dianggap kurang," katanya menyitat Antara.

Saat ditanya mengenai kemungkinan relokasi, Ferry mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan dan masih menunggu hasil verifikasi bersama kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah.

"Nanti kami pikirkan, kami cari solusinya. Tapi itu kan ada proses verifikasi, validasi melibatkan pemerintah, lembaga yang lain juga. Kita akan kembali bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya juga," ujarnya.

Ferry menambahkan pembangunan Kopdes Merah Putih terus menunjukkan progres.

Menurut data dashboard Simkopdes per 2 Juli 2026, dari 35 ribu lokasi pembangunan gerai koperasi yang terverifikasi, sebanyak 20 ribu unit saat ini sedang memasuki tahap pembangunan.

Sementara itu, sekitar 14 ribu Kopdes Merah Putih telah rampung 100 persen.

Load More