- Menteri Koperasi Ferry Juliantono menanggapi kritik viral mengenai lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap kurang strategis.
- Pemerintah akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap laporan masyarakat untuk menentukan langkah perbaikan serta solusi lokasi pembangunan.
- Hingga Juli 2026, sebanyak 14 ribu unit Koperasi Desa Merah Putih telah selesai dibangun dari total target rencana.
Suara.com - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mendengarkan masukan dan kritik terhadap lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap kurang strategi.
Ferry menyadari kekinian banyak aspirasi berbentuk video di media sosial yang viral tentang sejumlah Kopdes lantaran lokasi bangunannya tidak strategis.
Menurut Ferry, narasi yang viral di media sosial tersebut menjadi bagian dari kritik publik. Pemerintah turut mendengarkan sebagai bahan perbaikan.
"Ya biasa sekarang di era sosial media, ya. Mereka sebenarnya maksudnya baik, dan mereka apa namanya, mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi. Dan masukan-masukan itu tentu kita akan, apa, jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat," tutur Ferry di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Meski demikian, Ferry meminta publik untuk melihat lembangunan Kopdes lainnya yang berdiri di lokasi berbeda.
"Tapi kan harus dilihat juga, misalkan yang bangunan itu kan hanya berapa, tapi karena diviralkan tapi nggak, ini kita cari solusinya," kata Ferry.
Pernyataan itu disampaikan menyusul beredarnya sejumlah video di media sosial yang menyoroti lokasi Kopdes Merah Putih.
Dalam sejumlah unggahan, beberapa Kopdes Merah Putih dinilai berada di lokasi yang kurang strategis, seperti di lereng perbukitan, menghadap area persawahan, berdampingan dengan koperasi lain, hingga berada di dekat area pemakaman.
Ia menilai temuan tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan program sehingga tidak dapat dijadikan gambaran umum pelaksanaan pembangunan Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi
Meski demikian, Menkop menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti setiap laporan melalui proses verifikasi dan validasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Ferry menjelaskan penentuan lokasi Kopdes Merah Putih sejak awal merupakan hasil musyawarah antara masyarakat desa dan pemerintah desa.
Ia mengatakan apabila setelah diverifikasi lokasi tersebut memang dinilai kurang sesuai, pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan masyarakat dan kepala desa untuk mencari solusi.
“Kami akan pikirkan, kami akan carikan solusinya sekiranya memang itu dianggap kurang," katanya menyitat Antara.
Saat ditanya mengenai kemungkinan relokasi, Ferry mengatakan pemerintah belum mengambil keputusan dan masih menunggu hasil verifikasi bersama kementerian, lembaga terkait, serta pemerintah daerah.
"Nanti kami pikirkan, kami cari solusinya. Tapi itu kan ada proses verifikasi, validasi melibatkan pemerintah, lembaga yang lain juga. Kita akan kembali bermusyawarah dengan masyarakat desa dan kepala desanya juga," ujarnya.
Ferry menambahkan pembangunan Kopdes Merah Putih terus menunjukkan progres.
Menurut data dashboard Simkopdes per 2 Juli 2026, dari 35 ribu lokasi pembangunan gerai koperasi yang terverifikasi, sebanyak 20 ribu unit saat ini sedang memasuki tahap pembangunan.
Sementara itu, sekitar 14 ribu Kopdes Merah Putih telah rampung 100 persen.
Berita Terkait
-
Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi
-
Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng
-
Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'
-
Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Usut Meninggalnya 5 Calon Manajer Kopdes
-
Kemhan Usut Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Prabowo-Gibran Bersiap Sambut Narendra Modi di Gedung Parlemen
-
Guru Besar UGM: Refocusing MBG Tak Cukup Pangkas Penerima, Desain Program Harus Dirombak
-
Hubungkan Sabang dan Andaman, Prabowo-Modi Siapkan Koridor Ekonomi Baru RI-India
-
Masih di RS Fatmawati, Begini Kondisi Bocah Bekasi Korban Peluru Nyasar
-
Siapa Eyang Djoego? Ini Sosok Asli di Balik Makam Keramat Gunung Kawi
-
Papua Memanas, Bambang Pacul Ingatkan Mandat UU: Itu Tanggung Jawab Wapres
-
Prabowo Sambut Hangat PM India Narendra Modi dengan Pelukan Erat di Istana Merdeka
-
Prabowo dan Modi Teken 16 Kesepakatan: Dari Rudal Brahmos hingga Restorasi Prambanan
-
Ngeri! Dada Bocah 9 Tahun di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar Saat Asyik Bermain
-
Kebelet Nyabu, Bandit Jalanan Diciduk Polisi Usai Jambret Ponsel Milik WNA Prancis di Kota Tua