Suara.com - Sebanyak 171 nama dari delapan fraksi di DPR mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Kebakaran Hutan dan Lahan ke Pimpinan DPR, Rabu (28/10/2015).
"Inisiatif datang dari Komisi IV. Minus Hanura dan Nasdem," kata Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Wakil Ketua Komisi IV, Viva Yoga Mauladi mengatakan, pansus sengaja tidak diberinama pansus asap, tetapi Pansus kebakaran hutan dan lahan. Sebab, tujuan dibentuk Pansus ini bukan hanya untuk penanganan asap, melainkan masalah jangka panjang pembakaran hutan dan lahan.
"Karena asap sebentar lagi hilang. Kami ingin ada langkah jangka pendek, menengah dan panjang, untuk road map penanganan kebakaran hutan dan lahan ini," ujar Viva.
Dia mengatakan, inisasi pembentukan Pansus ini dalam rangka membantu pemerintah, bukan untuk merongrong kewibawaan pemerintah.
"Kita ingin mengurai secara teknis berdasarkan peraturan perundang-undangan, kami di DPR sebagai mitra kerja pemerintah, kalau ada masalah bangsa dan negara dipecahkan bersama-sama, dibicarakan untuk kepentingan bangsa. Itu dasar pemikiran kami sebagai inisiator pembentukan pansus ini," ujar Viva.
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto yang menerima usulan ini mengatakan akan memproses ajuan ini sesuai perundangan, dengan membawanya ke Badan Musyawarah (Bamus) DPR dan diharapkan bisa dibacakan dalam rapat paripurna pada 30 Oktober 2015 nanti.
"Kemudian besok dibawa ke Bamus, bisa saya susulkan dalam rapat bamus, karena akan rapur sekitar tganggal 30 Oktober sehingga agenda ini bisa jadi agenda dalam rapat paripurna," tutur Agus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing