Suara.com - Dokter menyatakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Atma Jaya, Daniel Vicli Pardamean Tambunan (18), meninggal secara wajar, demikian dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal, Kamis (29/10/2015).
"Hasil terakhir kemarin, bahwa dokter sudah menyatakan bahwa itu adalah dalam bahasa kedokterannya meninggal wajar. Natural dead. Dokter sudah menyimpulkan itu," kata Iqbal di Mapolda Metro Jaya.
Daniel meninggal dunia di Rumah Sakit Jakarta pada Senin (26/10/2015). Calon anggota Resimen Mahasiswa Unika Atma Jaya sempat pingsan setelah mengikuti kegiatan Pra Pendidikan Dasar Unit Kegiatan Mahasiswa Bela Negara pada 22-25 Oktober 2015. Penyebab kematiannya sempat simpang siur.
Iqbal mengatakan autopsi terhadap jasad Daniel dilakuka oleh tim dokter profesional.
"Itu kan profesionalisme dokter, jadi dokter menyatakan itu, dari pihak rektorat. Saksi-saksi juga menyatakan itu," kata Iqbal.
Iqbal menambahkan keluarga Daniel juga sudah menyadari hal tersebut. Mereka, katanya, menolak dilakukan autopsi kriminal.
"Orangtuannya juga menyadari itu, bahkan orangtuanya tidak ingin di otopsi kriminal hanya autopsi biasanya artinya divisum luar. Memang ada riwayat penyakit. Ada riwayat liver," katanya.
Meski demikian, kata Iqbal, polisi masih memantau tim pencari fakta internal Unika Atma Jaya yang menginvestigasi kematian Daniel.
"Polres Jakarta Selatan masuk dalam upaya pengawasan tim internal atmajaya yang melakukan investigasi," katanya.
Berita Terkait
-
Tewas Usai Latihan Menwa, Info Atma Jaya Beda dengan Koramil 06
-
Tewas Usai Latihan Menwa, Atma Jaya Siap Tanggungjawab
-
Tewas Usai Latihan Menwa, Polda Turunkan Tim Intelijen
-
Tim Pencari Fakta Atma Jaya Cocokkan Proposal Menwa dengan Saksi
-
Kodam Jaya Bantah Terlibat Latihan Menwa Tewaskan Mahasiswa Atma
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi
-
Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel
-
Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!
-
Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar