Suara.com - Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta mengklaim lahan dan bangunan di perumahan Zeni Mampang Prapatan yang tempati keluarga para pejuang kemerdekaan 1945 adalah aset milik TNI Angkatan Darat. Pemeliharaan aset-aset itu dikuasakan oleh Angkatan Darat kepada Kodam Jaya.
"Itu aset TNI AD yang dikuasakan pemeliharaannya ke Kodam Jaya selaku area service. Aset (lahan dan bangunan) itu terdata dalam inventarisasi kekayaan negara," kata Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Infantri Heri Prakoso saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (29/10/2015).
Warga dari keluarga pejuang menyatakan bahwa perumahan itu merupakan pembelian orangtua mereka dari hasil upah dalam proyek pembangunan Ganefo, gedung olah raga yang jadi stadion Glora Bung Karno dan tugu Monas. Ketika itu para pejuang itu sebagai prajurit diperintahkan Presiden Soekarno membangun proyek negara tersebut.
"Penghuni mengaku bahwa itu pembelian oleh suami atau bapak mereka saat proyek Ganefo. Tetapi AD punya dokumen pembelian (lahan dan bangunan) dan tercatat dalam kekayaan negara," ujarnya.
Menurut dia, sebagian keluarga para pahlawan itu telah direlokasi oleh Angkatan Darat ke Cilodong, Bogor, Jawa Barat. Mereka diberi tanah dan bangunan berikut uang kerohiman sebagai ganti rugi.
"Jadi 71 warga itu sebagian, sisanya yang 57 orang sudah direlokasi ke Cilodong dengan kompensasi tanah dan bangunan. Dan jadi hak milik," terangnya.
Heri berpandangan, warga yang menolak relokasi dari perumahan Zeni Mampang Prapatan itu terbagi jadi dua kelompok. Jadi sebagian menerima relokasi.
"Mereka pecah jadi dua kelompok, yang tinggal mungkin berharap ganti rugi lebih," tuturnya.
Dia menjelaskan, sengketa itu bermula pada 1991 ketika TNI AD melakukan perjanjian ruislag atau tukar guling tanah dan bangunan dengan PT Continental (pengembang propperti). PT Continental, kata Heri, sudah memenuhi kewajiban.
"Giliran TNI AD mau serahkan aset, beberapa penghuni menolak. Sebagian alasan yang menolak sih agar ganti rugi sebanding, karena aset di Mampang dan Cilodong kan beda (nilainya). Jadi salah kalau Kodam Jaya dianggap kongkalikong dengan PT Continental," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga menggelar aksi dengan memblokade akses jalan sebagai bentuk penolakan atas upaya pengosongan paksa rumah-rumah mereka oleh Kodam Jaya.
"Kami menolak dipaksa untuk mengosongkan rumah kami. Karena ini rumah warisan orang tua kami, lahan dan perumahan ini dibeli dari hasil jerih payah dan keringat orang tua kami yang notabene pejuang," kata Bogie Humas persatuan warga Zeni Mampang Prapatan di lokasi.
Ia mengatakan, keluarganya bersama warga lainnya diintimidasi oleh pihak Kodam Jaya agar mengosongkan rumah-rumahnya. Kodam memberikan surat peringatan (SP) tiga yang jatuh temponya hari ini untuk pengosongan perumahan.
"Sejak tadi malam kami dapat kabar dari warga pihak Kodam Jaya mengancam akan mengerahkan 1.200 tentara hari ini untuk melakukan pengosongan paksa perumahan. Makanya keamanan di sini kami perketat, akses-akses jalan ditutup, karena peringatan Kodam Jaya untuk pengosongan paksa membuat resah warga," katanya.
Dia menjelaskan, di perumahan Zeni ini terdapat 71 rumah milik keluarga para pahlawan kemerdekaan 1945, pejuang Seroja Timor-Timur. Sebelumnya ada 117 rumah, namun sebagian sudah pindah karena diintimidasi oleh pihak Kodam Jaya dan yang tersisa 71 rumah keluarga pejuang.
"Di perumahan ini rumah keluarga para pejuang ada 200 penghuni, dengan luas lahan 3,1 hektar," ujarnya.
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur
-
Resmi! Prabowo Berhentikan Silmy Karim dari Jabatan Wamen Imipas
-
Silmy Karim Diduga Terima Uang Pemerasan Sejak Jadi Dirjen Hingga Wamen Imipas
-
Keras Feri Amsari di Aksi Kamisan: Parpol Jadi Perusahaan Keluarga, Ketua Partainya Hasil Warisan