- UP PKJ TIM menggelar pengamatan Gerhana Bulan Total pada Selasa (3/3/2026) dengan puncak observasi pukul 18.33 WIB.
- Pengamatan difasilitasi enam teleskop, pendampingan astronom profesional, serta fasilitas planetarium mini dan salat gerhana.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi astronomi masyarakat, melanjutkan visi pendirian Planetarium oleh Presiden Soekarno.
Suara.com - Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (UP PKJ TIM) melalui Planetarium dan Observatorium Jakarta menggelar kegiatan pengamatan fenomena astronomi Gerhana Bulan Total pada Selasa (3/3/2026). Masyarakat diajak berkumpul dan belajar astronomi secara langsung di kawasan TIM.
Kepala Subbagian Tata Usaha UP PKJ TIM, Eko Wahyu Wibowo, menjelaskan bahwa puncak fenomena Gerhana Bulan Total ini diprediksi terjadi selepas waktu Maghrib.
"Untuk agenda hari ini, kita mengajak masyarakat untuk melihat fenomena astronomi berupa Gerhana Bulan Total yang nanti puncaknya itu setelah Maghrib, pukul 18.33 WIB," ujar Eko.
Fasilitas Lengkap: Dari Teleskop hingga Planetarium Mini
Untuk menunjang pengamatan, pihak pengelola telah menyiapkan enam unit teropong jenis refraktor merek Sky-Watcher dengan panjang fokus satu meter. Proses pengamatan ini juga akan didampingi para astronom profesional serta komunitas Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ).
Selain pengamatan langit, pengunjung juga dapat menikmati fasilitas planetarium mini yang disediakan di dalam area.
Bagi masyarakat Muslim yang ingin beribadah, panitia juga memfasilitasi pelaksanaan Shalat Gerhana berjamaah di Masjid Amir Hamzah, yang berlokasi sekitar 20 meter dari area pengamatan.
"Kapasitas itu bisa menampung kalau di dalam bisa sampai 500 orang, kalau di luar bisa sampai 1.000. Tetapi mungkin target kita di sini sekitar 200–300 orang untuk kumpul bersama," tambah Eko.
Antisipasi Cuaca dan Pengalaman Langsung
Menanggapi kemungkinan cuaca buruk atau hujan, Eko menyampaikan pihaknya telah menyiapkan skenario siaran langsung. Planetarium Jakarta juga berjejaring dengan komunitas astronomi di berbagai wilayah Indonesia untuk membagikan tayangan gerhana dari lokasi yang cuacanya lebih cerah.
Meski teknologi streaming semakin masif, Eko tetap mendorong masyarakat untuk datang dan menyaksikan langsung melalui teleskop. Menurutnya, pengalaman observasi langsung memberikan dimensi pembelajaran yang berbeda.
Baca Juga: Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
"Kalau kita melihat langsung, kita belajarnya kita atur sendiri… Tetapi, kalau melihat secara streaming, kita hanya mengikuti apa yang ada di gambar," jelasnya.
Meneruskan Visi Bung Karno
Lebih lanjut, Eko menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan musiman, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan literasi sains dan astronomi di Indonesia. Ia merujuk pada visi Presiden pertama RI, Soekarno, saat mendirikan Planetarium Jakarta.
"Harapan jangka panjang tentunya sesuai dengan harapan dari Presiden kita yang pertama, Pak Soekarno… yaitu bangsa kita ini harus menguasai angkasa. Untuk menguasai angkasa, maka harus menguasai astronomi… sehingga kita sampai sekarang tidak lelah dan tidak jemu selalu mempopulerkan ilmu astronomi bagi masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Terbukti Suap Hakim dan TPPU Kasus Ekspor CPO, Marcella Santoso Divonis 14 Tahun Penjara
-
Timnas Indonesia Krisis Bek Kiri, Pemain Rp 3,48 Miliar Siap Tempur Debut di Tangan John Herdman
-
Satu Lagi Lapangan Padel Bodong Disegel, Kini Giliran di Jakarta Selatan
-
Tundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0, Jakarta Electric PLN Mobile Raih Tiket Final Four Proliga 2026
-
Tata Cara Salat Gerhana Sendiri di Rumah, Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Kata-kata Hesti Purwadinata Buat Mahasiswa yang Demo Hari Ini, Netizen: Bukan Artis Istana
-
Ayam Pedas dengan Cita Rasa Nusantara, Jadi Teman Seru Rayakan Kemerdekaan
-
BRI Perkuat Respons Pascagempa NTT dengan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Perkuat Pemulihan Pascagempa NTT dengan Tiga Posko Logistik
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum
-
BRI Peduli Bangun 3 Posko Logistik dan Dapur Umum untuk Bantu Korban Gempa NTT
-
Piala Panglima Digelar, PB ORADO Dapat Dukungan Miliaran
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Hadirkan Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Jose Mourinho Kembali ke Bernabeu, Mbappe Langsung Bicara Trofi: Dia Tahu Cara Menang
-
BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum untuk Percepat Pemulihan Pascagempa NTT