Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan telah merusak pipa induk PDAM Tirta Betuah, sehingga warga di daerah Kenten, Azhar dan perumahan Griya kesulitan mendapatkan air bersih.
Kerusakan pipa induk ini diketahui setelah selama 12 jam lebih tim perbaikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menelusuri pipa induk, kata Direktur PDAM Tirta Betuah, Bakrie Harahap kepada Antara di Banyuasin, Kamis.
Menurut dia, tim perbaikan menemukan pada bagian pipa induk PDAM itu ternyata rusak akibat terbakar.
Informasi di lapangan bahwa kerusakan pipa induk itu menyebabkan distribusi air bersih ke wilayah perumahan Griya, Puspa Sari, Azhar dan wilayah Desa Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin sudah terjadi selama sepekan.
Keadaan ini membuat warga di wilayah tersebut menjadi kesulitan air bersih dan terpaksa membeli air mineral untuk kebutuhan memasak dan berwudhu.
Mengenai air tidak mengalir, Bakrie Harahap mengatakan bahwa pipa induk PDAM yang berada di lokasi hutan Panglima Kumbang tersebut dalam kondisi terbakar dan pecah.
Penyebabnya, kata dia, karena posisi jalur pipa berada di lokasi hutan yang terbakar.
Posisi pipa di lokasi tersebut hanya sebagian saja yang tertanam di tanah, sehingga ketika hutan terbakar ikut dilahap api.
Ia menambahkan, tim saat ini masih dalam pengerjaan perbaikan menyambung pipa yang pecah dan terbakar tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Saat 'Luka Bakar' Gambut Sumatra Selatan Coba Disembuhkan Lewat Solusi Alam
-
Cara Efektif Mencegah Kebakaran Saat Kemarau Panjang
-
NHM Gelar Simulasi Tanggap Darurat Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan di Tambang Indonesia Timur
-
Kebakaran Hutan Dunia Meningkat Tajam, Dampak Ekonomi dan Risiko Kemanusiaan Kian Parah
-
Badai Api Mengguncang Bumi: Tantangan Baru Ilmuwan di Era Pemanasan Global
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL