Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Dyah Pitaloka meminta pemerintah tetap menggunakan sistem yang lama terkait sistem pengupahan kepada para pekerja.
Menurut Rieke, sistem pengupahan yang lama yakni melaui Dewan Pengupahan. Ia pun mendukung, adanya penolakan penetapan Peraturan Pemerintah (PP) No.78 tahun 2015 "Saya minta dicabutnya PP tentang upah kembalikan pada sistem yang lama untuk sementara," ujar Rieke di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Selain itu, Rieke juga mempertanyakan keputusan pemerintah yang tiba-tiba mengesahkan PP Pengupahan. Rieke menilai keputusan tersebut, merupakan keputusan tidak adil."Karena tidak bisa proses pengupahan itu sudah dilakukan berbulan-bulan, lalu kemudian ujung-ujungnya dirubah. Harusnya sekarang ini, sudah keputusan berdasarkan survei yang dilakukan oleh dewan pengupahan. Lalu kemudian dipotong begitu saja, dengan keputusan apa yang dilakukan pengupahan di seluruh Indonesia itu tidak berlaku. Ini sangat tidak adil," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR