Suara.com - Mantan atlet Indonesia yang pernah turun di olimpiade atau biasa disebut olimpian, mengusulkan Menpora Imam Nahrawi menjadi Ketua KOI dengan alasan untuk menyelamatkan organisasi KOI dan Asian Games 2018.
"Saat ini dibutuhkan figur tengah dan diharapkan mampu bertanggung jawab, terutama untuk menghadapi Asian Games 2018. Kami menilai menpora cukup tepat," kata koordinator Olimpian, Richard Sam Bera di Jakarta, Jumat (30/10/2015).
Menurut dia, munculnya nama Menpora diakhir masa pendaftaran ini berkaitan dengan keprihatian olimpian terkait dengan situasi manajemen olahraga nasional belakangan ini, terutama kekisruhan yang menjadi menjelang Kongres KOI di Jakarta, Minggu (31/10).
Apalagi, kata dia, Indonesia dihadapkan dengan pekerjaan besar yaitu menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Meski turnamen tersebut milik Dewan Olimpiade Asia (OCA), tetapi untuk pelaksanaannya sudah diserahkan ke Indonesia. Untuk itu harus dikerjakan dengan baik guna meraih kesuksesan.
Demi memutuskan rencananya, pria yang merupakan mantan atlet renang itu mengaku akan segera melakukan komunikasi dengan menpora. Menurut dia, saat ini masih ada waktu untuk menjalani komunikasi.
"Tidak hanya melakukan komunikasi dengan Menpora. Kami juga akan melakukan komunikasi dengan pemilik suara, terutama pengurus besar cabang olahraga juga mencantumkan nama Menpora sebagai salah satu calon," kata Richard, menegaskan.
Terkait dilibatkannya pemerintah pada Kongres KOI, pria yang sempat terjun ke dunia politik itu mengimbau kepada Dewan Olimpiade Dunia atau IOC melalui OCA untuk memberikan eksepsi kepada Indonesia dalam hal keterlibatan pemerintah karena justru hal ini untuk menyelamatkan organisasi KOI dan Asian Games 2018.
"Kami tidak ingin Indonesia dipermalukan dengan Asian Games 2018 yang batal digelar disini. Makanya kami mengetuk para pengurus cabang olahraga memikirkan hal ini," ujar olimpian lainnya yaitu Taufik Hidayat.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari Tim Penjaringan KOI ada tiga orang yang mengajukan diri untuk menggantikan Rita Subowo yang dua di antaranya adalah Sekjen KOI Pusat Hamidy dan Ketua KONI Sumatera Selatan Muddai Madang, dan satu calon lagi kemungkinan pengusaha nasional Erick Thohir.
Melihat nama-nama yang muncul, pengamat olahraga Firmansyah Gindo mengatakan semua calon memiliki peluang yang sama-sama besar karena masing-masing memiliki pendukung sendiri. Bahkan, pihaknya menilai kongres akan berlangsung seru.
Pria yang juga wartawan senior itu menilai dua dari tiga calon ini memiliki catatan khusus yang salah satunya Sekjen KONI Pusat. Menurut dia, Hamidy saat ini mendapatkan sanksi IOC dan OCA terkait pemakaian logo lima ring pada lambang KONI Pusat.
Untuk calon lainnya yang kemungkinan Erick Thohir, pria yang sudah empat kali meliput kejuaraan paling bergengsi di dunia yaitu olimpiade dinilai kurang maksimal saat menjadi CDM Olimpiade 2012 di London, bahkan sempat terjadi manuver saat pertandingan bulu tangkis ganda putri.
"Sangat disayangkan jika nantinya kedua tokoh olahraga itu terpilih akan terbentur oleh permasalahan itu," ucap pria yang akrab dipanggil Yongky itu. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog di Kalsel, Dukung Penguatan Penyimpanan Pangan Nasional
-
KKB Bakar Pesawat hingga Pilot Tewas, DPR Desak Pengamanan Papua Dievaluasi Total
-
Heboh Hakim Tak Tanya Sikap Nadiem Usai Vonis, Menkum: Hak Hukum Terdakwa Tetap Melekat
-
Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas
-
Sudah Cukup Terima Kasih 2 Tahun, Said Didu Desak Prabowo Bersihkan Kabinet dari 'Orang Jokowi'
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Tiba di Jakarta, Bupati Langkat Syah Afandin Digiring Lewat Pintu Belakang KPK
-
Siksa Istri Siri Pakai Air Keras dan Paksa Buat Sabu, Aiptu N Ditahan Propam Polda Jateng!
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Misteri Amplop di Meja Menhut, Raja Juli Ungkap Alasan Baru Dikembalikan 10 Hari Kemudian