Suara.com - Pengacara mantan Sekretaris Partai Nasional Demokrat Patrice Rio Capella, Maqdir Ismail, masih mempertanyakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi soal adanya pertemuan di kantor Partai Nasdem antara Patrice dan mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi pada tanggal 19 mei 2015.
"Dikatakan bahwa Rio hadir dalam pertemuan tersebut. Tapi, Pak Gatot mengatakan Rio nggak ada di situ," kata Maqdir usai mendampingi persidangan Patrice di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (9/11/2015).
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, kata Maqdir, juga sudah membantah kalau Patrice hadir dalam pertemuan islah antara Gatot dengan Tengku.
"Begitu juga Surya Paloh mengatakan Pak Rio tidak ada di situ," katanya.
Meski demikian, Maqdir tidak akan mengajukan eksepsi lantaran ingin proses persidangan yang menjerat Patrice bisa berjalan lebih cepat.
Maqdir juga tidak mempermasalahkan isi dakwaan yang lainnya dari Jaksa KPK.
"Kami sudah sepakati dengan Pak Rio bahwa kami tidak akan mengajukan eksepsi supaya pemeriksaan perkara ini cepat diselesaikan. Apalagi mengenai substansi perkara tak ada yang dipermasalahkan. Mengenai penerimaan uang itu udah diakui Rio dan diterangkan secara baik oleh saksi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi