Suara.com - Polda Metro Jaya membenarkan ada polisi lalu lintas yang memukul salah satu pengemudi Gojek, Sabtu (7/11/2015) lalu. Pengemudi Gojek itu 'dikepung' petugas kepolisian.
Pemukulan itu terekam dalam sebuah video singkat. Video itu disebar melalui media Youtube.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Risyapudin Nursin mengatakan aksi itu mempunyai alasan. Sebab si pengemudi Gojek tidak terima ditilang, dan memaki polisi.
BACA JUGA:
Sering Berebut Penumpang, Driver Gojek Keluarkan Jurus Patok Ayam
"Ada salah satu pengemudi Gojek saat ditilang dia tidak terima malah memaki polisi," kata Risyapudin.
Makian si pengemudi Gojek tidak mengenakan. Padahal saat itu polisi tengah melakukan operasi taat berlalu lintas.
"Pertengkaran pun tak terelakkan, emosi bisa diredam ketika polisi melerai pertengkaran tersebut," kata Risyapudin saat di hubungi suara.com Senin (9/11/2015).
"Soal masalah ini telah diselesaikan antara perusahaan Gojek dengan polisi. Termasuk dengan anggota polisi dan pengemudi gojek yang terlibat pertengkaran," kata Risyapudin.
Risyapudin menegaskan, pihaknya tetap memproses kasus ini ke unit Propam Polda Metro Jaya. Satu anggota polisi yang terlibat pemukulan masih dalam penyelidikan di Polda Metro Jaya.
"Kalau ditemukan tindakan yangtidak sesuai Standart Operasional Prosedur pasti kami tindak," kata Risyapudin.
Terkait kasus Pemukulan anggota polisi terhadap pengemudi Gojek pada tanggal (7/11/2015) lalu, yang tersebar di situs youtube, terlihat pengemudi gojek didesak ke sebuah mobil polisi, salah satu anggota polisi kemudian memukul pengemudi Gojek tersebut.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Terobos Wilayah RI, Pilot Militer AS Diperiksa TNI
Foto Bersama Menhan, Veteran Perang: Saya Tidak Tahu Itu Siapa
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Laras Faizati Divonis Bersalah Tapi Bebas, Bivitri: Ini Bukan Putusan Demokratis
-
Prabowo Diprediksi Reshuffle Usai Evaluasi saat Retret, Siapa saja Menteri Layak Diganti?
-
Soal Vonis Laras Faizati, Ketua Komisi III DPR Sebut Bukti Manfaat Nyata KUHP dan KUHAP Baru
-
Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi