Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan hingga pukul 19.30 WIB belum ada laporan kerusakan akibat gempa dengan kekuatan 5,6 skala richter yang mengguncang wilayah itu.
"Dari teman-teman di lapangan yang langsung melakukan identifikasi, belum ada info kerusakan apapun," kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Wahyu Pristiawan di Yogyakarta, Rabu (11/11/2015) malam.
BPBD DIY bersama BPBD Kabupaten/kota akan terus melakukan pemantauan dampak dari gempa tersebut sebab dirasakan cukup kencang.
"Guncangannya cukup kencang dengan durasi lebih lama, berbeda dengan gempa tektonik bulan lalu (29 Oktober 2015)," kata dia.
Hingga saat ini, menurut dia, identifikasi lebih digencarkan secara khusus di Kabupaten Bantul sebagai kabupaten yang paling dekat dengan episentrum gempa.
"Sekarang di Bantul, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, dan Kulon Progo masih melakukan pendataan, tapi secara khusus kami fokuskan Bantul," kata dia.
Sebelumnya, Gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang Yogyakarta, Rabu, pukul 18.45 WIB, dengan pusat gempa di laut yang berada 120 kilometer barat daya Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Tony Agus Wijaya mengatakan posisi pusat gempa berada di 8.97 Lintang Selatan (LS) dan 110.19 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 93 kilometer.
"Cukup kencang, namun gempa itu tidak menimbulkan tsunami," kata dia.
Menurut dia, pemicu peristiwa gempa yang terjadi dengan durasi hampir 10-15 detik itu tidak jauh berbeda dengan gempa tektonik pada 29 Oktober dengan kekuatan 5,2 SR yang disebabkan subduksi dua lempeng benua di DIY. "Sama-sama disebabkan subduksi," kata dia.
Getaran gempa tersebut, menurut Tony, dirasakan di DIY dengan skala goncangan sedang antara IV-V (Modified Mercalli Intensity).
"Goncangannya memang cukup mampu memicu keretakan pada bangunan-bangunan yang sudah tua atau tidak kokoh," kata Tony. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar