Suara.com - Salah seorang pelaku bom bunuh diri di salah satu café Comnptoir Voltaire, Paris, Ibrahim Abdeslam ternyata sempat diselamatkan oleh seorang perawat bernama David saat tak sadarkan diri.
Seperti dilansir Reuters, Minggu (22/11/2015), David yang sedang makan malam di café tersebut kaget dengan sebuah ledakan yang dikiranya berasal dari gas.
“Ada api yang besar dan debu. Saya langsung mengira itu karena panas. Sata berteriak ‘hentikan gasnya’. Semua orang panik. Orang-orang berlatian. Saya meninggalkan tempat makan dan lari ke teras,” ceritanya.
Di sana dia menemukan ada seorang perempuan dan lelaki terbaring. Setelah ada seseorang menolong si perempuan, David langsung beralih ke lelaki.
Dia memberikan pertoloangan dengan CPR karena si lelaki tak sadarkan diri. Namun setelah David sadar ada kabel berwarna yang muncul dari badannya, dia tersadar kalau yang hendak ditolong adalah pelaku bom bunuh diri.
“Pertama yang saya lihat berwarna merah. Saya kira itu detonator. Lalu ada benda lain diujungnya,” kata David.
“Ada kabel berwarna putih dan satu hitam, merah dan jingga. Empat warna berbeda. Saya sadar kalau dia adalah pelaku bom bunuh diri,” lanjutnya.
Dia lalu menceritakan itu kepada petugas pemadam yang lalu berteriak agar semua orang menyingkir.
David sadar kalau orang yang ditolongnya dan dalam keadaan terluka itu adalah pelaku yang juga hendak membunuhnya.
“Saya lalu mengingatnya bagaimana saya merebahkannya ke lantai, lalau CPR. Itu sungguh proses yang keras . Dengan melakukan itu, sata sebetulnya bisa saja mati,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith