Suara.com - Sebelum di bukanya acara Diskusi Nasional "Menuju Satu Digit" Inspirasi dari Desa Rumah Perempuan dan Inovasi Perempuan Miskin untuk Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan, terlihat delapan orang disabilitas Sindroma Down menghibur para tamu undangan dengan musik band.
Pantauan Suara.com, The STARS Band ialah grup band Sindroma Down yang berjumlah delapan orang, di Swiss-beLHotel, Jalan Mangga Besar, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).
Sindroma Down bukan berarti tidak bisa berkarya, tapi mereka juga bisa berprestasi seperti manusia pada umumnya.
Angel Manembu Direktur Konsorsium Global Concern dan Kopel mengatakan, Disabilitas Sindroma Down jangan dianggap aneh, terbukti mereka bisa menyanyi bermain musik dan kemampuan lainnya.
"Memberikan kesempatan pada Sindroma Down untuk berprestasi seperti manusia pada umumnya," kata Angel.
The STARS Band yang tergabung dari anak-anak Sindroma Down dalam acara tersebut menyanyikan lagu Ondel-ondel khas lagu Jakarta, Indonesia Pusaka lagu Nasional Indonesia dan Garuda Didadaku lagu dari Band Netral.
"Jangan dianggap aneh anak-anak Sindroma Down," ucap Angel. (Muhamad Ridwan)
Berita Terkait
-
Bukan Solusi, Membalas "Terserah" dengan "Sepakat" Justru Jadi Bom Waktu bagi Hubunganmu
-
Film Sebagai Kritik Sosial: Membaca Patriarki di Perempuan Berkalung Sorban
-
Ketika Tidak Ada Ruang Rapuh untuk Perempuan: Kuat Jadi Terasa Melelahkan
-
Tanggung Jawab Tak Terlihat: Beban Emosional Perempuan dalam Keluarga
-
Grab Hadirkan STEM Talks untuk Dukung Talenta Perempuan Indonesia
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warisan Mao Zedong! Fakta Great Hall of the People yang Jadi Lokasi Pertemuan Trump-Xi
-
Daftar Pengadaan Mewah di Sekolah Rakyat: Sepatu sampai Bingkai Foto Prabowo Bernilai Miliaran
-
Apa Itu Thucydides Trap? Konsep Geopolitik yang Bikin Trump Terdiam di Depan Xi Jinping
-
Bohong atau Fakta? Klaim Netanyahu Kunjungi UEA Secara Rahasia Picu Kehebohan Ini di Tengah Perang
-
Mensos Nonaktifkan 2 Pejabat Terkait Dugaan Maladministrasi Pengadaan Sekolah Rakyat
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi
-
Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu
-
Nasib Juri LCC MPR Kalbar Usai Viral: Dinonaktifkan, Kini Dibidik Sanksi Berat