Kapolri
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan belum menerima perintah dari Presiden Joko Widodo untuk mencari pengusaha minyak, Mohammad Riza Chalid yang diduga terlibat dalam kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden soal permintaan jatah saham PT Freeport. Kasus tersebut juga menyeret Ketua DPR Setya Novanto.
"Belum ada (permintaan dari Presiden tuk cari Riza). Status Riza Chalid di Kejaksaan juga belum sebagai saksi atau tersangka," kata Badrodin saat dihubungi, Selasa (8/12/2015).
Suara.com - Kendati demikian, lanjut Badrodin, pihaknya telah memantau keberadaan Riza Chalid sekarang. Yang bersangkutan saat ini sedang berada di luar negeri.
"Sudah (dipantau), dia keluar negeri sejak tanggal 3 Desember," ungkapnya.
Berbeda dengan Polri, Kejaksaan Agung justru telah mengisyaratkan Setya Novanto, Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin untuk dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. "Yang diduga siapa, kalau pemufakatan (jahat) jelas lebih dari satu orang. Tetapi pertanggung jawaban pidana yaitu dilihat bagaimana konsepnya," kata Arminsyah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa (8/12/2015).
Untuk mendalami kasus tersebut, Kejagung tengah berupaya memeriksa Riza Chalid dan Setya Novanto. Bila tidak kooperatif, kedua orang tersebut akan dipanggil paksa.
"Ya ini masih penyelidikan, jadi tidak ada upaya paksa," ujarnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi
-
Polemik Adies Kadir Memanas: Apakah MKMK 'Mengambil Alih' Keputusan DPR?
-
Kejagung Geledah Sejumlah Perusahaan di Sumatra Terkait Korupsi Ekspor CPO
-
Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah, Didoakan Langsung Imam Besar Masjid Nabawi
-
Polda Metro Jaya Bakal Kembalikan Berkas Perkara Tudingan Ijazah Palsu Usai Periksa Jokowi di Solo
-
Soroti Kebocoran di Bea Cukai, Thony Saut Situmorang Singgung Indeks Persepsi Korupsi
-
Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan