Suara.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengklaim negaranya telah mengembangkan sebuah bom hidrogen. Namun, beberapa pakar meragukan klaim tersebut.
Seperti dilansir kantor berita Korean Central News Agency (KCNA) yang dikutip oleh Independent, Kim menyampaikan hal tersebut saat berkunjung ke Phyongchon Revolutionary Site, tempat yang dibangun sebagai penghormatan bagi ayahnya Kim Jong Il, dan kakeknya Kim Il Sung yang berkuasa sebelum dirinya.
Kim mengatakan, sang ayah, Kim Il Sung berhasil mengubah Republik Rakyat Demokratik Korea menjadi sebuah negara nuklir. Kim mengklaim Korea Utara memiliki bom atom dan bom hidrogen yang dapat dipakai untuk membela kedaulatan dan kehormatan negara.
Bom hidrogen adalah bom yang jauh lebih kuat daripada bom atom. Bom semacam ini hanya bisa dibuat dengan teknologi canggih.
Namun, para pakar merasa sangsi dengan klaim Kim Jong-un. Pasalnya, amat diragukan bahwa negara yang mengalami kelaparan parah pada awal tahun ini, memiliki kemampuan membuat senjata semacam itu.
Pakar studi internasional dari Middlesbury Institute, Monterey, California, Dr. Jeffrey Lewis, mengatakan bahwa tidak mungkin mereka benar-benar mengembangkan senjata tersebut. Namun, ia memperingatkan, "Saya juga tak tahu apakah mereka terus menguji perangkat dasar (pembuat bom) tersebut".
Sementara itu, seorang pejabat intelijen Korea Selatan, kepada kantor berita Yonhap, menduga pernyataan Kim Jong-un hanyalah retorika semata.
Korea Utara dan Korea Selatan memang masih dalam keadaan berperang. Pasalnya, perang kedua negara yang berlangsung pada tahun 1950 hingga 1953 hanya diakhiri dengan gencatan senjata.
Ketegangan di antara kedua negara meningkat pada bulan Agustus setelah tentara Korea Utara melepaskan tembakan ke zona demiliterisasi di perbatasan. Aksi tersebut dilakukan sebagai balasan atas propaganda Korea Selatan yang disampaikan dengan alat pengeras suara di perbatasan kedua negara. (Independent)
Berita Terkait
-
Kim Jong Un Tiba-tiba Senggol Jepang: Negara yang Kalah Perang di Asia
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Viral! Jingkrak-jingkrak dan Tangis Pemain Klub Korut Saat Bertemu Kim Jong-un
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Sosok Kim Ju Ae: Putri Kim Jong Un yang Digadang Jadi Presiden Perempuan Pertama Korut
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV
-
Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup
-
Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Tahan untuk Beli, Harga Emas Antam Berpotensi Naik Pekan Depan
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
Tutup Borok Korupsi dan PHK, Isu LGBTQ Diduga Cuma Strategi Pecah Fokus Kemarahan Publik