- Pemerintah Korea Utara memobilisasi sumber daya nasional guna mengatasi bencana kekeringan parah yang melanda sebagian besar wilayah negaranya.
- Otoritas memangkas pasokan air rumah tangga dan memperbaiki infrastruktur irigasi sebagai langkah darurat untuk menyelamatkan sektor pertanian setempat.
- Kondisi cuaca ekstrem ini memperburuk krisis ketahanan pangan yang sudah dialami Korea Utara selama belasan tahun terakhir.
Suara.com - Korea Utara menghadapi kekeringan serius yang disebut pemerintah sebagai kondisi tidak biasa dan sangat parah tahun ini.
Media pemerintah KCNA melaporkan sebagian besar wilayah negara itu kini terdampak, memicu mobilisasi nasional untuk menyelamatkan sektor pertanian.
Sebagai langkah darurat, otoritas Korea Utara disebut telah memangkas pasokan air rumah tangga hingga 75 persen di berbagai wilayah.
Pemerintah juga mempercepat perbaikan bendungan, pintu air, dan jaringan kanal irigasi nasional.
Di sisi lain, petani diperintahkan menerapkan teknik khusus untuk meningkatkan ketahanan tanaman gandum dan jelai terhadap cuaca ekstrem.
Kekeringan terbaru memperburuk kekhawatiran atas ketahanan pangan Korea Utara yang selama bertahun-tahun sudah rapuh.
Pelapor Khusus PBB untuk HAM Korea Utara, Elizabeth Salmon, sebelumnya menyebut kekurangan pangan kini menjadi masalah besar di negara tersebut.
Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Korea Utara telah masuk daftar negara yang membutuhkan bantuan pangan eksternal selama 19 tahun berturut-turut.
Gelombang panas ekstrem di Semenanjung Korea juga memperparah situasi.
Baca Juga: Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir
Tahun lalu, Korea Selatan mencatat musim panas terpanas dalam sejarah, sementara Korea Utara mengalami bulan Juni terpanas yang pernah tercatat.
Berita Terkait
-
Jelang Kedatangan Trump ke China, Korut Tembakkan Rudal Balistik, Korsel Ketar-ketir
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
Sosok Kim Ju Ae: Putri Kim Jong Un yang Digadang Jadi Presiden Perempuan Pertama Korut
-
Redam Ketegangan, Presiden Korsel Lee Jae Myung Sampaikan Penyesalan kepada Korea Utara
-
Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif