Suara.com - Kursi jabatan Ketua DPR kini kosong setelah ditinggalkan Setya Novanto yang mengundurkan diri karena tersandung kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo saat bertemu Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.
Anggota DPR dari Fraksi Golkar Firman Subagio mengatakan mengacu pada UU MD3 Pasal 87 ayat 4 Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, pengganti pimpinan DPR yang mundur adalah anggota dari fraksi yang sama.
"Kalau sesuai mekanisme dengan UU MD3, penggantinya itu harus Golkar," ujar Firman di gedung Nusantara II, DPR, Kamis (17/12/2015).
Firman menambahkan pimpinan DPR harus segera menggelar rapat untuk menentukan pengganti Novanto.
"Harapan kami tidak usah menunggu lima hari. Kalau hari ini bisa diputuskan dan besok bisa mengurus surat, pada pimpinan," katanya.
Terkait dengan wacana kocok ulang pimpinan DPR dengan konsekwensi merevisi UU MD3, Firman tidak setuju.
"Kita sudah capek DPR revisi UU MD3. Ini bisa menimbulkan anggapan masyarakat ke DPR jadi buruk. Kita ikuti proses yang ada, jangan sampai DPR bermain di MD3 lagi. Nanti orang bosan," ujar Firman.
Novanto mundur pada Rabu (16/12/2015) sebelum Mahkamah Kehormatan Dewan memutuskan kasusnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Final Piala Dunia 2026: Spanyol Taktis vs Argentina Adaptif, Siapa Unggul?
-
Suami Istri Kompak Jadi Spesialis Curanmor dan Bobol Rumah di Palembang, Polisi Ungkap Modusnya
-
Argentina Road to Final Piala Dunia 2026: Dua Kali Lolos dari Lubang Jarum
-
Spanyol Road to Final Piala Dunia 2026: Ditahan Tim Debutan Kini Tantang Juara Bertahan
-
LRT Sumsel Kampanyekan Transportasi Publik, Penumpang Stasiun Cinde Tembus 110 Ribu
-
Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Palembang Tewas dengan Luka Bacok di Punggung
-
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
-
Sikat 1,5 Ton Bahan Narkoba, Pemasok Laboratorium 'Pil Jin' Semarang Diringkus di Cakung!
-
IKA Perikanan Unhas: Nelayan Harus Dilibatkan Sistematis dalam Penyelamatan Laut
-
Digembleng dengan Intensitas Tinggi di Bali, Timnas Indonesia Siap Beri Kejutan di Piala AFF 2026