Selama hampir enam bulan, benda yang ditemukan di sebuah kuburan di Jerusalem ini menjadi misteri bagi pengelola benda antik di Israel. Benda terbuat dari emas itu berbentuk seperti rolling pin dan kemudian diserahkan ke lembaga itu untuk ditelusuri asal-usulnya.
"Sungguh saya belum pernah melihat benda seperti ini sebelumnya," ujar Amir Ganor, kepala unit pencegahan perampokan Israel kepada NBC News.
Objek misterius ini ditemukan oleh seorang petugas yang melihat sesuatu berkilauan di sebuah kuburan di Yerusalem. Kuburan itu adalah sebuah situs arkeologi penting di mana banyak ditemukan benda-benda dari masa Romawi kuno, Bizantium dan periode perang salib.
Awalnya si petugas mengira benda itu adalah bahan peledak, sehingga dia menghubungi unit penjinak bom. Namun, setelah dilakukan penggalian objek seberat 19-pound (sekitar 9,5 kilogram) dari emas ditemukan dalam kondisi utuh.
Bertekad untuk mencari tahu apa yang telah digali, Ganor dan timnya membawanya ke toko perhiasan untuk pemeriksaan. Di sana, mereka mengetahui benda itu dilapisi emas 24 karat. Kemudian dari penyinaran sinar-x, diketahui benda itu adalah logam padat.
Setelah berbulan-bulan gagal mengetahui apa sebenarnya benda ini, akhirnya mereka berpaling kepada bantuan publik dengan mengunggahnya di akun Facebook untuk meminta saran.
Dalam beberapa jam, ratusan tanggapan mengalir. Ada yang menyebut ini adalah alat inseminasi sapi, atau alat untuk menggulung adonan roti, potongan mesin industri, jam tangan, benda pijat, atau sesuatu yang berkaitan dengan ritual ibadah.
Akhirnya, Mikha Barak dari Italia berhasil memecahkan misteri itu. Barak yang seorang ahli benda antik mengidentifikasi objek itu sebagai sesuatu yang biasa digunakan untuk metode penyembuhan 'naturopaths.
"Objek ini diproduksi oleh sebuah perusahaan Jerman, yang disebut 'Isis Beamer' yang dikembangkan dari dewi Mesir Isis. Dalam mitologi Mesir dia adalah dewi pengobatan,
sihir dan alam," katanya.
Otoritas setempat mengatakan, telah mengundang Barak ke Israel.
Suara.com - "Kami berharap bahwa mereka yang menyimpan objek ini di kuburan menghubungi kami dan menjelaskan mengapa disimpan di makam kuno dan kepada siapa mereka ingin memberikan energi positif itu," pungkas Garon. (nbcnews.com)
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Situs Megalit 1.000 Tahun di Poso Rusak Parah Akibat Aktivitas Tambang
-
Museum Bukuran Jadi Pusat Konservasi Fosil dan Benda Purbakala
-
Google dan BRIN Hadirkan Kanvas Purbakala, Ajak Dunia Menelusuri 500 Gua Bersejarah di Indonesia
-
Fosil Gajah Purba Ditemukan Utuh di Patiayam, Kudus Siapkan Wisata Edukasi Baru
-
Lagi Gali Tanah Buat Tanam Pohon, Petani Palestina ini Malah Nemuin Mozaik Era Bizantium
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas