Suara.com - Otoritas penerbangan Selandia Baru menggelar penyelidikan setelah sebuah pesawat Malaysia Airlines yang tinggal landas dari Bandara Internasional Auckland pada 25 Desember terbang ke arah yang salah.
Setelah delapan menit mengudara, pilot pesawat bernomor MH132, yang seharusnya terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, baru menyadari bahwa Airbus A330 yang dikemudikannya justru terbang ke selatan, bukan ke utara - arah yang seharusnya.
Pilot itu bingung, mengapa pesawatnya justru terbang ke arah Melbourne, Australia bagian selatan, dan tidak langsung melesat ke utara, ke Kuala Lumpur.
Setelah sadar, pilot itu lantas berkomunikasi dengan pengendali lalu-lintas udara Selandia Baru, yang kemudian memberikannya rute penerbangan yang seharusnya.
Pilot itu kemudian mengemudikan pesawatnya melintasi Laut Tasmania, sebelum berbelok ke Barat Laut menuju Kuala Lumpur. Seperti yang dilansir New Zealand Herald, tak satu pun penumpang pesawat itu yang sadar akan insiden tersebut.
Meski tak menyebabkan masalah keselamatan, pihak otoritas lalu-lintas udara Selandia Baru memutuskan untuk menyelidiki kasus itu.
"Kami punya tim keselamatan internal yang akan menyelidiki ini," kata juru bicara Airways, otoritas pengatur lalu-lintas penerbangan wilayah Selandia Baru dan Pasifik Selatan.
Adapun maskapai Malaysia Airlines tak berkomentar atas insiden itu.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Pascainsiden Salah Mahkota, Miss Universe Surati Miss Kolombia
Rogoh Rp1,3 Miliar, Anjing Mati Dibangkitkan Kembali
Dhani Kecewa Bagian Dramatisasi sama Maia Diedit Deddy
Ini Kemiripan Habib Selon dengan Olga Syahputra
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Diduga Disambar Petir, Lantai 5 Tzu Chi School PIK Terbakar: Kerugian Ditaksir Rp200 Juta
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf