Suara.com - Para pejabat Palestina pada Sabtu (2/1/2016) membantah laporan media yang mengatakan kondisi medis Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memburuk.
Nabil Abu Rdineh, seorang pembantu Abbas, mengatakan di dalam satu pernyataan pers resmi, "Presiden Abbas berada dalam kondisi kesehatan baik. Laporan tersebut palsu dan mencurigakan dan tak memiliki kaitan apa pun dengan kenyataan." Sementara itu, Ahmed Majdalani, seorang pejabat senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengatakan kepada Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi, "Presiden Abbas menikmati kondisi kesehatan yang sangat baik dan tidak menderita kemerosotan kesehatan apa pun."
"Menyebarkan laporan tidak benar semacam itu mengenai kesehatan Presiden Abbas bukan pertama kali dan bertujuan menciptakan kebingungan untuk merusak kestabilan dalam negeri Palestina," kata Majdalani.
Beberapa jejaring berita setempat sebelumnya telah melaporkan bahwa dalam waktu beberapa jam, kesehatan Presiden Abbas telah memburuk dan ia dibawa ke Jordania untuk menjalani perawatan medis darurat.
Abbas, yang dilahirkan pada Maret 1935, dipilih sebagai Presiden Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) pada 2005. Ia menggantikan presiden Palestina Yasser Arafat --yang meninggal pada 2004. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal
-
Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok
-
Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran
-
33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi
-
AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
-
Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya
-
Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman
-
Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz
-
Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum