Suara.com - Pihak keluarga Falya Raafani Blegur (15 bulan), korban dugaan malapraktik RS Awal Bros, Bekasi, mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (12/1/2016).
Kuasa hukum keluarga Falya, M Ihsan, mengatakan bahwa kedatangan pihak keluarga tersebut guna mencari tahu perkembangan kasus kematian Falya yang ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
"Jadi hari ini saya menemani klien saya dalam rangka menegakkan perkembangan penyelidikan. Dari awal kita sudah tahu laporan diterima, kemudian dilakukan gelar perkara pembongkaran makam dan pemeriksaan saksi-saksi. (Tapi) Sampai saat ini kami belum dapat informasi kapan kasus ini dibawa ke pengadilan," kata Ihsan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (12/1/2016).
Menurut Ihsan, hingga saat ini pihak keluarga belum pernah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan dan prosedur penanganan kasus tersebut.
"Nah, kami mungkin ingin tahu dari penyidik, apakah proses pemeriksaan saksi dan bukti dianggap cukup, sehingga nanti kita bisa melihat bagaimana kasus ini segera dibawa ke pengadilan," katanya.
Pihak keluarga, kata Ihsan, menyayangkan tidak adanya informasi dari polisi usai dilakukan pembongkaran makam Falya untuk kepentingan otopsi.
"Kalau otopsi itu kan artinya salah satu alat bukti ya, dan hasilnya untuk kepentingan penyidik. Bisa diberitahu ke kami, bisa tidak. Tapi yang penting buat kita persoalan bukan sekadar otopsinya, tapi bagaimana prosedur ini berjalan," kata dia.
Dikatakan Ihsan, bahwa pihak keluarga sangat berharap proses penyelidikan kasus dugaan malapraktik tersebut cepat naik ke tahap penuntutan, sehingga bisa segera disidangkan.
"Ya, kalau kita hanya minta kepastian proses. Kalau bisa segera dinaikkan, sehingga kita sama-sama lihat prosesnya di pengadilan," kata Ihsan.
Sebelumnya diberitakan, keluarga almarhumah Falya Raafani Blegur (15 bulan) melaporkan dokter berinisial YWA yang berpraktik di RS Awal Bros, Kota Bekasi, Jawa Barat, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya.
Keluarga menduga Falya menjadi korban malapraktik setelah dirawat di rumah sakit yang terletak di Jalan KH Noer Ali itu. Falya dirawat di rumah sakit itu mulai Rabu (28/10/2015).
Dia lantas meninggal di RS Awal Bros pada Minggu (1/11/2015). Keluarga mengatakan bahwa sebelum diberi antibiotik oleh dokter, Falya sudah mulai sehat. Keluarga Falya menduga pemberian antibiotik tersebut tidak sesuai prosedur.
Dokter YWA dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP dan UU Kesehatan yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Kasus ini dilaporlan dengan nomor laporan Polda Metro Jaya LP/4829/X/2015/PMJ/Ditreskrimsus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta
-
Prabowo Dinilai Cuma 'Cebokin' Rezim Lama: 'Ada yang Happy Kalau Didemo'
-
Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
-
Sudewo Didakwa Terima Gratifikasi Rp2,5 Miliar, Keris Nogososro Ikut Disorot
-
Bos Maktour Lagi-lagi Mangkir Pemeriksaan Korupsi, KPK Beri Respon Tegas
-
Prabowo Dapat Skor 3 dari 10: Utang Rp9.000 T, Tapi Perjalanan Dinas Rp1,1 T
-
Komnas HAM Soroti Lambatnya MBG di Perbatasan, Angka Stunting di Sanggau Justru Naik
-
DPR Bocorkan 2 Nama Naturalisasi Baru Timnas: Mitchell Baker dan Luke Vickery Segera Jadi WNI!
-
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak
-
CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat